JAKARTA – Cuaca di berbagai daerah Indonesia masih berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Kamis (4/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, hingga longsor di sejumlah wilayah.
Melalui peringatan dini cuaca periode 3–5 Juni 2026, BMKG menyebut beberapa daerah diperkirakan masih mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Maluku Utara dan Maluku.
Selain hujan, BMKG juga memprediksi adanya potensi angin kencang di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Meski demikian, untuk hari ini BMKG tidak mendeteksi adanya potensi hujan dengan kategori ekstrem di wilayah Indonesia.
Sejumlah provinsi yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
BMKG menjelaskan bahwa hasil analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño masih terpantau di Samudra Pasifik. Kondisi tersebut tercermin dari indeks Niño 3.4 yang berada pada angka +0,67 serta nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -14,7.
“Secara umum kondisi ini berdampak pada berkurangnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara dan timur,” tulis BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan periode 2–8 Juni 2026.
Dalam sepekan mendatang, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa), sehingga pengaruhnya terhadap cuaca di Indonesia relatif terbatas.
Namun demikian, sejumlah fenomena atmosfer lain masih berpotensi memicu pembentukan awan hujan. Gelombang Kelvin diprediksi aktif di wilayah Sumatra bagian utara, pesisir selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat juga diperkirakan tetap aktif dan mendukung pertumbuhan awan hujan di Sumatra bagian utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan bagian utara.
Di sisi lain, BMKG mengungkapkan adanya potensi pembentukan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik utara Papua. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sekitar wilayah tersebut sehingga dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di sejumlah daerah.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : dafri jh
Editor : reni diana












