DELI SERDANG – Harapan Medan Falcons untuk bangkit di depan ribuan pendukung setianya harus runtuh perlahan. Bermain di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Deli Serdang, Jumat (16/1/2026), tim kebanggaan Sumatera Utara itu tak kuasa menahan laju Bandung bjb Tandamata dan menyerah telak 0-3 (17-25, 18-25, 20-25) dalam lanjutan Proliga 2026.
Sejak awal laga, Bandung bjb Tandamata tampil bak tim matang yang datang dengan misi jelas: menang tanpa kompromi. Anak asuh Risco Herlambang langsung menekan, mematikan ritme permainan Falcons yang mencoba mengandalkan semangat bermain di kandang sendiri.
Duet setter Tiara Sanger dengan dua legiun asing, Sonaly Cidrao dan Anastasia Guerra, menjadi motor permainan bjb. Bola-bola cepat, variasi serangan, dan disiplin blok membuat Falcons kesulitan mengembangkan permainan, meski telah menurunkan komposisi terbaiknya, termasuk Maya Kurnia Indri, Pascalina Mahuze, Dell Palomita, dan Vi Thi Nhu Quynh.
Set pertama menjadi gambaran dominasi bjb. Falcons berusaha mengejar, namun tekanan bertubi-tubi membuat mereka tertinggal dan akhirnya menyerah 17-25. Sorak penonton belum mampu mengubah keadaan.
Memasuki set kedua, semangat tuan rumah sempat menyala. Skor imbang 8-8 memberi harapan. Namun, ketenangan Calista Maya dan ketajaman Anastasia Guerra kembali menjadi pembeda. Bandung bjb Tandamata melesat menjauh hingga 17-10 dan menutup set kedua dengan kemenangan 25-18.
Tertinggal dua set, Falcons mencoba bermain lebih lepas di set ketiga. Strategi itu sempat berbuah keunggulan 9-7, membuat tribun bergemuruh. Sayangnya, pengalaman berbicara. Sonaly Cidrao memimpin kebangkitan bjb, menyamakan skor 10-10, lalu berbalik unggul.
Drama terjadi di poin-poin krusial. Falcons sempat memperkecil jarak menjadi 19-20 usai time out Marcos Sugiyama. Namun, kematangan mental Shintia Alivia dan kawan-kawan memastikan bjb menutup laga dengan skor 25-20, sekaligus menyempurnakan kemenangan 3-0.
Usai laga, pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang, mengakui pertandingan berjalan sesuai prediksi. “Secara head to head pemain sebenarnya seimbang, mereka juga punya pemain nasional. Tapi dari sisi pengalaman, kami masih unggul,” ujarnya. Risco menyebut laga ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Jakarta Electric PLN sehari berselang. “Waktunya kurang dari 24 jam, jadi saya harus tarik ulur pemain,” katanya.
Dari kubu pemain, Calista Maya mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan penting tersebut. Di sisi lain, sikap ksatria ditunjukkan pelatih Medan Falcons, Marcos Sugiyama. Pelatih asal Jepang itu tegas mengambil tanggung jawab. “Kekalahan ini bukan salah pemain, tapi tanggung jawab pelatih,” ucapnya.
Sementara itu, pemain senior Falcons, Maya Kurnia Indri, tak mampu menyembunyikan kekecewaan. “Kami sudah berusaha maksimal. Hasilnya memang belum seperti yang diharapkan,” katanya lirih. Kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bagi Falcons untuk bangkit di laga-laga berikutnya.
Penulis : Guntar
Editor : Gunawan Tarigan













