Amran Sulaiman Raih Skor Tertinggi Kinerja Menteri, Ini Capaian Pertaniannya

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama petani (dok. kementan)

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama petani (dok. kementan)

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatatkan skor kinerja tertinggi di antara menteri Kabinet Merah Putih. Dalam Government Performance Assessment yang dirilis IndexPolitica Indonesia pada September 2026, Amran meraih skor 91.

Amran mengungguli Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 85.

Penilaian IndexPolitica menggunakan pendekatan berbasis bukti, bukan survei popularitas. Data bersumber dari dokumen resmi pemerintah dan statistik sektoral dengan enam indikator, mulai dari hasil kebijakan, efektivitas implementasi hingga dampak ekonomi.

Founder sekaligus Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan penilaian tersebut fokus pada kinerja nyata.

“Penilaian ini mengukur kinerja, bukan popularitas. Menteri yang tidak terlalu populer tetap bisa memiliki kinerja sangat baik apabila mampu menghasilkan output dan outcome kebijakan yang terukur,” ujar Denny, Rabu  (9/9/2026).

Capaian ini sejalan dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025. Saat itu, Amran juga menempati posisi pertama dengan tingkat kepuasan publik 84,9 persen.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari berbagai hasil konkret sektor pertanian.

Produksi beras nasional 2025 mencapai 34,69 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, sementara stok beras pemerintah menembus 5,3 juta ton. Indonesia juga disebut telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan.

Di sisi lain, nilai ekspor pertanian mencapai sekitar Rp166 triliun. Pemerintah juga menyederhanakan 145 aturan pupuk bersubsidi, menurunkan harga pupuk 20 persen, serta menetapkan harga pembelian gabah petani Rp6.500 per kilogram.

“Pak Mentan Amran selalu menegaskan bahwa beliau tidak akan berhenti bekerja hingga setiap petani sejahtera dan setiap keluarga miskin di pedesaan terangkat dari kemiskinan melalui sektor pertanian,” kata Arief.

Kementerian Pertanian memastikan program swasembada pangan akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru