MEDANSATU.ID – Sebuah peristiwa yang mengejutkan sekaligus mengundang haru terjadi di tengah kebakaran hebat yang melanda Menara Masjid Agung Darussalam Kota Bojonegoro.
Di antara puing-puing yang tersisa akibat kobaran api, sebuah Al-Qur’an ditemukan dalam kondisi nyaris utuh.
Meskipun sampul dan bagian tepinya hangus terbakar, lembaran-lembaran di dalamnya tetap terjaga tanpa rusak.
Penemuan ini terjadi saat anggota Unit Identifikasi Polres Bojonegoro melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini menghanguskan menara setinggi 23 meter tersebut hingga nyaris tak tersisa.
Namun, keberadaan Al-Qur’an yang tetap bertahan di tengah reruntuhan menjadi perhatian tersendiri bagi warga setempat.
“Luar biasa, padahal kebakarannya sangat besar dan menyebabkan struktur menara hancur lebur,” ujar Nurul, seorang warga Bojonegoro yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Milik Seorang Pegawai Masjid
Pengurus Takmir Masjid Agung Darussalam, Wasito, membenarkan bahwa Al-Qur’an tersebut ditemukan di dalam menara yang terbakar.
Menurutnya, kitab suci tersebut adalah milik Siti Nafisah, seorang petugas kebersihan yang telah lama bekerja di masjid tersebut.
“Ia biasa mengaji di sana setiap sore dan malam setelah salat Ashar dan Maghrib. Biasanya Al-Qur’an itu disimpan di tangga menara,” jelas Wasito.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (19/2/2025) tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp400 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Meski demikian, peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat yang selama ini menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial.
Fenomena yang Mengundang Rasa Takjub
Penemuan Al-Qur’an yang masih utuh di tengah puing-puing kebakaran menimbulkan rasa takjub di kalangan masyarakat.
Banyak warga yang datang untuk menyaksikan langsung kitab suci tersebut, menganggapnya sebagai sebuah keajaiban di tengah musibah.
Namun, pihak kepolisian dan takmir masjid tetap mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat ini sebagai peristiwa luar biasa semata, tetapi juga sebagai pengingat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Mereka mengajak warga untuk memastikan keamanan instalasi listrik, terutama di tempat-tempat ibadah yang sering digunakan oleh banyak orang.
Meskipun menara masjid telah hancur, semangat keimanan dan kebersamaan warga Bojonegoro tetap menyala. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa dari setiap musibah selalu ada hikmah yang bisa dipetik.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Suaradesa.co













