JAKARTA – Bagi pencinta film nasional, nama Amir Husin Loebis, atau lebih dikenal sebagai Husin Lubis, tentu tidak asing. Aktor senior kelahiran 17 April 1899 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara ini dikenal lewat berbagai peran dalam film layar lebar sejak dekade 1950-an hingga awal 1980-an.
Sebelum terjun ke dunia film, Husin Lubis menjalani berbagai profesi. Ia pernah menjadi pedagang, mulai dari makanan, kulit kambing, sepatu, hingga buku loak. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai penarik sado dan mandor. Namun, kecintaannya terhadap seni membuatnya aktif dalam dunia sandiwara dan opera sebelum akhirnya beralih ke layar lebar.
Perjalanan kariernya di industri perfilman dimulai pada tahun 1950 sebagai figuran dalam film Rakyat Memilih. Namun, namanya mulai dikenal setelah tampil di beberapa film lainnya. Husin bahkan tidak menyangka bisa bertahan lama di dunia film. Awalnya ia hanya coba-coba, ternyata malah jadi jalan bagi karirnya.
Sejak debutnya, ia membintangi puluhan film, mulai dari drama hingga horor, seperti Dibalik Dinding (1955), Si Buta dari Gua Hantu (1970), Setan Kuburan (1975), hingga Bayi Ajaib (1982). Dengan wajah khas dan kemampuan aktingnya yang natural, Husin sering dipercaya memerankan karakter-karakter yang kuat.
Sayangnya, perjalanan hidupnya berakhir pada 27 Desember 1983 di Medan, Sumatera Utara. Ia meninggal dunia di usia 84 tahun akibat sakit dan dimakamkan di Desa Jambur Padang Matinggi, Panyabungan Utara, Mandailing Natal.
Warisan Husin Lubis di dunia perfilman tetap dikenang hingga kini. Film-filmnya menjadi saksi bisu perjalanan panjang seorang aktor yang memulai segalanya dari nol. Ia ingin terus tetap berkarya dalam dunia film dan industri hiburan, karena demikian ini sudah menjadi jalan hidupnya.
Filmografi Pilihan:
- Dibalik Dinding (1955)
- Si Dudung (1956)
- Tjambuk Api (1958)
- Nji Ronggeng (1969)
- Si Buta dari Gua Hantu (1970)
- Setan Kuburan (1975)
- Bayi Ajaib (1982)
- Lara Jonggrang (1983)
Dengan dedikasi dan perjalanan karier yang panjang, Husin Lubis tetap menjadi salah satu aktor legendaris yang pernah dimiliki Indonesia. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia
Editor : Eny













