RENTAK.ID – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Sistem Navigasi Penerbangan Berbasis Satelit bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026).
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BIG, Mohamad Arief Syafi’i. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan informasi geospasial guna mendukung layanan navigasi penerbangan yang lebih aman, akurat, efisien, dan berstandar internasional.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan melalui pemanfaatan teknologi dan data yang akurat.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi di bidang pemanfaatan informasi geospasial, termasuk pemanfaatan data koreksi Global Navigation Satellite System (GNSS) secara real-time, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset, pengembangan teknologi, hingga berbagai bentuk kerja sama lain yang akan dituangkan lebih lanjut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Adapun nota kesepahaman ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.
“Dalam beberapa waktu terakhir, isu gangguan GNSS menjadi perhatian global bagi industri penerbangan. Melalui kolaborasi ini, AirNav Indonesia memperkuat pemanfaatan teknologi, pengolahan data yang semakin presisi, serta sinergi dengan Badan Informasi Geospasial guna meningkatkan keandalan sistem navigasi penerbangan sekaligus menjaga keselamatan, keamanan, dan efisiensi layanan,” ujar Avirianto.
Sementara itu, Plt. Kepala BIG, Mohamad Arief Syafi’i, menegaskan bahwa informasi geospasial kini memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung berbagai sektor strategis nasional, termasuk sektor transportasi udara.
“Kolaborasi antara BIG dan AirNav Indonesia merupakan wujud transformasi dalam penyediaan informasi geospasial yang lebih cepat, akurat, dan evidence-based. BIG siap menjadi mitra strategis AirNav Indonesia melalui penyediaan data geospasial, pemantauan sinyal GNSS, serta pengembangan riset dan teknologi untuk memperkuat keselamatan dan keandalan navigasi penerbangan nasional,” kata Arief.
Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menambahkan bahwa saat ini AirNav Indonesia tengah mengembangkan GNSS Monitoring System untuk memantau kualitas sinyal GNSS secara berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial, AirNav Indonesia akan memanfaatkan data geospasial dan data koreksi GNSS secara real-time guna mengidentifikasi wilayah yang mengalami indikasi gangguan maupun yang memiliki kualitas sinyal yang baik. Langkah ini akan semakin meningkatkan keandalan layanan navigasi penerbangan,” ujar Zainal.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan informasi geospasial sebagai salah satu fondasi penting dalam mendukung layanan navigasi penerbangan berbasis teknologi satelit.
Dengan dukungan data yang semakin akurat dan kolaborasi yang berkelanjutan, AirNav Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang aman, efisien, serta selaras dengan perkembangan teknologi dan standar penerbangan internasional.(***)












