BOGOR – Upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga lewat penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Hal itu terlihat saat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres rehabilitasi dan renovasi MTs Negeri 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, AHY memastikan proyek renovasi madrasah berjalan sesuai target. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen dan segera memasuki tahap penyelesaian.
Menurut AHY, pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
“Pembangunan sumber daya manusia unggul harus dimulai dari penyediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kita ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal,” ujar AHY.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Agama yang dinilai berhasil menjalin kolaborasi dalam menjalankan program rehabilitasi dan renovasi madrasah. Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
“Saya bersyukur progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen dan sebentar lagi akan tuntas. Ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, khususnya Kementerian PU dan Kementerian Agama yang terus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik dan tepat waktu,” katanya.
MTsN 1 Kota Bogor yang menampung sekitar 960 siswa mendapatkan rehabilitasi dengan nilai anggaran sekitar Rp5,5 miliar. Pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan enam gedung utama, renovasi atap, pintu, jendela, plafon, lantai, pengecatan, sistem mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), hingga pembangunan toilet baru. Total luas bangunan yang direhabilitasi mencapai sekitar 2.905,9 meter persegi.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di bawah Kementerian Agama. Secara nasional, Kementerian PU saat ini tengah merehabilitasi dan merevitalisasi 1.397 madrasah di berbagai daerah dengan total anggaran hampir Rp4 triliun.
AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada bangunan fisik. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menghadirkan ekosistem belajar yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan melalui ekosistem belajar yang semakin baik, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas dasar yang sering kali terlupakan seperti sanitasi, air bersih, dan toilet yang layak. Karena pada akhirnya membangun sekolah bukan hanya soal bangunannya, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.
Selain meninjau fasilitas yang telah direnovasi, AHY juga menyempatkan diri berdialog dengan para siswa. Suasana hangat terlihat ketika ia menanyakan pengalaman belajar, daerah asal, hingga cita-cita yang ingin mereka capai di masa depan.
Beragam jawaban pun muncul. Ada yang bercita-cita menjadi arsitek, pilot, diplomat, hingga pemimpin bangsa. AHY kemudian memberikan motivasi agar para pelajar terus belajar dengan tekun dan tidak takut bermimpi besar.
“Siapa pun bisa meraih cita-citanya jika mau belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Teruslah bermimpi besar dan persiapkan diri sebaik mungkin mulai dari sekarang,” pesannya.
Momen kebersamaan semakin terasa ketika sejumlah siswa menunjukkan bakat mereka. Ada yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an, bernyanyi, hingga menampilkan berbagai kemampuan kreatif yang mendapat apresiasi langsung dari AHY.
Menurutnya, interaksi seperti itu penting untuk membangun kepercayaan diri siswa sekaligus mendorong mereka terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan doa dan harapan agar para pelajar MTsN 1 Kota Bogor tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Saya ingin mendoakan kalian semoga tumbuh menjadi putra-putri yang sehat, belajar dengan baik, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada kedua orang tua, serta mampu mengambil peran yang baik untuk masyarakat pada saatnya nanti,” tuturnya.
AHY menegaskan, investasi terbaik bagi masa depan Indonesia adalah investasi pada pendidikan dan kualitas SDM. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan demi mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : lazir
Editor : ameri












