AHY Dorong Praja IPDN Jadi ASN Unggul dan Adaptif Hadapi Tantangan Masa Depan

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)di IPDN (foto ist)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)di IPDN (foto ist)

JATINANGOR — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempersiapkan diri menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan Studium General bertajuk “Penyiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Unggul untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa” di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (18/6/2026).

Dalam kuliah umum itu, AHY menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada infrastruktur maupun kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelola dan menggerakkan pembangunan.

“Kita ingin menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, yang memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin negara kita hari ini dan ke depan. Dimulai dari lembaga pendidikan seperti IPDN yang sama-sama kita cintai dan banggakan,” ujar AHY.

Ia menilai Indonesia saat ini berada pada momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi dinamika global sekaligus mengawal berbagai agenda pembangunan nasional. Menurutnya, dunia terus bergerak cepat dan penuh ketidakpastian sehingga menuntut hadirnya ASN yang tidak hanya memahami tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan.

AHY menjelaskan bahwa berbagai tantangan global, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi, urbanisasi, persaingan sumber daya, hingga perubahan geopolitik internasional, harus dipahami oleh para calon pemimpin bangsa.

“Kita hari ini menghadapi krisis iklim yang serius, disrupsi teknologi, urbanisasi, kompetisi sumber daya yang semakin ketat, hingga dinamika geopolitik yang terus berubah. Oleh karena itu, para praja IPDN harus memiliki kemampuan berpikir strategis, memahami akar persoalan, serta mampu menghadirkan solusi yang tepat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut AHY, ASN masa depan harus mampu membaca perubahan, mengantisipasi risiko, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi kunci agar birokrasi tetap relevan dan efektif dalam melayani publik.

Selain itu, AHY menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa ketimpangan pembangunan antarwilayah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kepemimpinan daerah yang kuat dan responsif.

“Kata kuncinya adalah pembangunan yang berkelanjutan tetapi juga berkeadilan, karena hari ini masih terjadi disparitas antarwilayah,” jelasnya.

Dalam pandangannya, para praja IPDN memiliki posisi strategis sebagai calon ASN dan pemimpin daerah yang nantinya berada di garis depan pelayanan publik. Mereka diharapkan mampu memastikan berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar, hingga pemberdayaan masyarakat, berjalan efektif dan tepat sasaran.

AHY juga mengapresiasi keterlibatan para praja dalam kegiatan kemanusiaan dan pengabdian masyarakat, termasuk saat membantu penanganan bencana di Aceh Tamiang. Pengalaman tersebut dinilainya penting untuk membentuk empati, kepedulian sosial, dan kemampuan mengambil keputusan di tengah situasi sulit.

“Saya mengapresiasi para praja yang turun langsung di daerah bencana. Pengalaman seperti ini sangat berharga dan akan sangat berguna ketika nantinya mereka bertugas di berbagai daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai materi yang disampaikan AHY sangat relevan dengan tantangan yang akan dihadapi ASN dan kepala daerah di masa mendatang.

“ASN, birokrasi pemerintahan, dan kepala daerah ke depan akan dihadapkan pada tantangan geopolitik, program strategis nasional, serta harapan masyarakat yang harus dijawab secara bersamaan,” kata Bima Arya.

Menutup kuliah umumnya, AHY berpesan agar seluruh praja terus meningkatkan kapasitas diri, menguasai perkembangan teknologi, menjaga integritas, dan membangun karakter kepemimpinan yang kuat.

“Jadilah ASN yang unggul dan adaptif. Kuasai teknologi, gunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, tetapi jangan pernah kehilangan empati dan jiwa melayani. Jadilah agen perubahan yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Selalu punya mimpi besar, tetapi juga siap bekerja keras dan jangan pernah menyerah. Karena hanya dengan karakter yang unggul kita bisa melewati berbagai tantangan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup AHY.

Dalam kegiatan tersebut, AHY didampingi sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar, Rektor IPDN Halilul Khairi, serta sivitas akademika IPDN.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru