BP Batam: Batam Lokasi Potensial untuk Investasi Industri Semikonduktor Baru AS

- Penulis

Senin, 26 Februari 2024 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat Pengembangan BP Batam, Irfan Syakir Widyasa  saat pemaparan program BP. Batam.

Kepala Pusat Pengembangan BP Batam, Irfan Syakir Widyasa saat pemaparan program BP. Batam.

RENTAK.ID, BATAM – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) sedang berupaya agar Amerika Serikat (AS) memilih Pulau Batam sebagai tempat untuk membangun industri semikonduktor yang diinginkan oleh AS.

Kepala Pusat Pengembangan BP Batam, Irfan Syakir Widyasa mengatakan, pemerintah sangat serius dalam mengembangkan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan ekonomi khusus.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 1/2024, di mana diatur syarat-syarat pengembangan Batam, Bintang, dan Karimun agar ketiga pulau tersebut tidak bersaing, tetapi masing-masing memiliki spesialisasi perekonomian.

Irfan Syakir Widyasa menjelaskan dalam diskusi Sinergi DPR RI dan Wartawan Parlemen

“Dalam Mendukung Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus di Kota Batam, bahwa ke depannya Batam akan lebih fokus pada industri ringan yang dapat memberikan nilai tambah yang tinggi, seperti industri semikonduktor, data center, dan industri animasi,” katanya dalam diskusi.Sinergi DPR RI dan Wartawan Parlemen di Batam, Jumat (23/2/2024) malam.

Khusus untuk pengembangan industri semikonduktor, Irfan mengatakan, bahwa peluang untuk menarik investasi asing sangat besar.

“Alasannya, AS sedang mencari lokasi untuk membangun pabrik-pabrik industri semikonduktor baru di luar China, karena adanya perang dingin antara kedua negara tersebut.) ” beber Irfan.

Menurut Irfan, Batam menjadi salah satu daerah yang dilirik oleh AS. Menurutnya, DPR AS bahkan telah menyetujui anggaran sebesar US$50 miliar per tahun untuk mencari negara mana yang cocok untuk investasi, dan Indonesia – pada khususnya Batam – telah menjadi salah satu dari enam negara yang dipantau oleh AS.

Irfan menyebutkan, bahwa realisasi investasi penanaman modal asing di Batam pada tahun 2023 telah mencapai US$295,9 juta dari 3.551 proyek.

Lima negara yang paling banyak berinvestasi di Batam adalah Singapura dengan US$366,5 juta, China dengan US$51,8 juta, Hongkong dengan US$41,7 juta, Prancis dengan US$40,8 juta, dan Jepang dengan US$22,7 juta. ****

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru