RENTAK.ID – Indonesia kembali dirundung duka dengan insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka. Kabar mengenai tabrakan KA Bandung Raya dan KA Commuterline Bandung Raya yang menewaskan tiga orang penumpang, salah satunya masinis bernama Julian Dwi Setiyono, menyedot perhatian masyarakat luas dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Insiden ini menandai kehilangan salah satu dari sedikit sosok masinis pemberani dan pekerja keras, Julian Dwi Setiyono. Kronologis kejadian menunjukkan kecelakaan terjadi akibat KA Bandung Raya yang tidak menghentikan laju meskipun telah diberi aba-aba untuk menunggu KA Commuterline Bandung Raya yang sedang bersilang di jalur yang sama.
Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan berat pada bagian depan kereta dan tiga penumpang meninggal dunia, termasuk masinis yang telah meyakinkan keluarga dan rekan-rekannya bahwa ia akan selalu menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab.

Julian Dwi Setiyono bersama istri Foto: instagram.com/zuliands
Julian Dwi Setiyono dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai masinis. Sebelum menjadi pegawai PT KAI, ia menempuh pendidikan Diksarwira terlebih dahulu. Namun, perjalanan terakhir Julian dengan KA Bandung Raya menjadi yang terakhir dalam hidupnya.
Kehilangan Julian Dwi Setiyono menjadi duka yang dalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Ia meninggalkan istri dan anak perempuan, yang tentunya merasa kehilangan yang sangat besar. Lewat media sosial, kita bisa melihat bahwa Julian Dwi Setiyono juga dikenal sebagai seorang family man yang selalu membagikan momen kebersamaannya dengan keluarga kecilnya. Tidak hanya itu, dalam akun Instagramnya, Julian Dwi Setiyono tampak sangat mencintai profesinya sebagai masinis. Ia kerap berpose dengan kereta api dan menuliskan caption “Big Baby”. Hal ini menunjukkan betapa besar cinta Julian terhadap pekerjaannya.
Sangat disayangkan bahwa perjalanan Julian Dwi Setiyono dengan kereta api harus berakhir dengan tragis dan merenggut kehidupannya. Namun, kejadian ini memberikan kita pelajaran berharga untuk selalu menghargai setiap momen yang kita habiskan bersama orang-orang yang kita sayangi. Insiden ini juga menusuk hati masyarakat, terutama keluarga dan rekan-rekan Julian Dwi Setiyono, dan menunjukkan betapa pentingnya menghormati dan memelihara keselamatan dalam protokol operasi KA. Semoga keluarga Julian Dwi Setiyono, dan para korban lainnya yang meninggal dalam kecelakaan ini, mendapatkan kekuatan dan kesabaran serta mendapat tempat di sisi-Nya, serta semoga PT KAI menjadi lebih baik dalam mengatur kedepannya.













