RENTAK.ID – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring terus mengalami peningkatan pengguna di tahun 2023, demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Bahasa Kemendikbudrisrek Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. melalui pemaparannya dilansirn pada Minggu, (10/12/2023).
Dalam salah satu statemenya, pada tahun yang sama pencarian dalam KBBI Daring telah menembus angka 234 juta, menandakan bahwa bahasa Indonesia terus dicari oleh berbagai kalangan profesional.
Selain itu, Badan Bahasa juga berhasil menerbitkan edisi spesial Lexicography: Journal of Asialex (terindeks Scopus) dengan tema “Indonesian Lexicography”.
Pada tahun yang sama, Badan Bahasa juga meluncurkan dua kamus bidang ilmu pertahanan, yaitu Kamus Strategi Pertahanan Udara dan Kamus Damai dan Resolusi Konflik. Aplikasi kamus dan penulisan sesuai dengan kaidah terbaru telah diperbarui dan disempurnakan dalam peluncuran KBBI VI pada 28 Oktober 2023.
Data dari KBBI Daring menjadi salah satu alasan utama UNESCO menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini.
Aminudin Aziz juga menjelaskan bahwa indeks Kemahiran Berbahasa Indonesia pada tahun 2023 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 88,07%, yang menunjukkan semakin tingginya kemahiran berbahasa Indonesia masyarakat.
Dalam tahun 2023, tim UKBI berhasil melayani 252.110 peserta uji dan telah berhasil menyusun 700 butir soal UKBI Adaptif Merdeka.
Selain itu, Pelayanan ahli bahasa dan pembinaan lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara di lingkungan Badan Bahasa tercatat pada tahun tersebut sejumlah 650 layanan dengan 138 pelayanan ahli bahasa melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra serta 512 melalui balai/kantor bahasa.
Semua inovasi dan layanan tersebut membuktikan bahwa bahasa Indonesia terus berkembang dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat.






