RENTAK.ID – Perdana Menteri (PM) Irak, Mohammed Shia’ al-Sudani, secara resmi menginstruksikan pejabat Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan anggaran yang diperlukan guna memastikan hak siar laga kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut secara gratis.
Termasuk pertandingan yang sangat dinanti-nantikan antara Irak dan Indonesia yang akan digelar di Stadion Internasional Basra pada Kamis (16/11/2023).
Menurut laporan Shafaq News Agency, PM Shia’ sangat ingin memudahkan akses rakyat Irak untuk menyaksikan duel timnas mereka melawan Indonesia.
Laga tersebut akan berlangsung pada pukul 17.45 waktu setempat atau 21.45 WIB. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan pemerintah Irak terhadap sepak bola dan pasukan nasional yang tengah berjuang dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Tujuannya adalah untuk menampilkan secara gratis buat rakyat Irak. Siaran langsung bisa ditayangkan melalui jaringan media nasional dan saluran lokal lainnya,” kata PM Shia’.
Dalam konteks ini, belum ada informasi pasti mengenai berapa biaya yang harus dikeluarkan Kementerian Keuangan Irak untuk membayar hak siar kualifikasi Piala Dunia 2026 serta hak siar ketika Irak bermain tandang.
Namun, diharapkan kebijakan ini akan mampu mengakomodasi kepentingan rakyat dan menjaga semangat persatuan serta patriotisme dalam negeri.
Sementara itu, timnas Irak tergabung dalam Grup F kualifikasi putaran kedua Piala Dunia 2026 zona Asia bersama negara-negara pesaing lainnya seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Grup ini dipandang sebagai grup yang kompetitif dan menampilkan beberapa tim dengan talenta muda yang menjanjikan.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini tentunya menjadi ajang bergengsi serta penting bagi setiap tim yang berpartisipasi.
Sebagai bagian dari upaya mereka untuk mencapai kesuksesan, setiap tim akan berjuang untuk merebut posisi teratas di grup masing-masing serta memperjuangkan kesempatan untuk melanjutkan ke babak berikutnya demi menggapai mimpi bermain di Piala Dunia 2026.(***)













