Ayah-Balita Ditemukan Tewas di Koja, Polisi Olah TKP

- Penulis

Rabu, 1 November 2023 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Ayah-balita ditemukan tewas membusuk di dalam rumah di kawasan Koja, Jakarta Utara.

Tim gabungan dari INAFIS dan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada hari Selasa (31/10/2023) di lokasi ditemukannya korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh mengatakan dari olah TKP tersebut diambil sampel-sampel yang nantinya akan diteliti lebih lanjut.

“Beberapa sampel yang kami ambil di TKP ada bentuk cairan kemudian sisa makanan, kemudian beberapa benda-benda yang kami anggap penting untuk dilakukan pemeriksaan secara laboratorium forensik,” ujar Iver dalam keterangannya dikutip Rabu (1/11/2023).

Lebih lanjut, Iver menambahkan olah TKP tersebut juga melibatkan ahli-ahli di antaranya ahli histopatologi forensik hingga ahli psikologi forensik dengan tujuan mengumpulkan lebih banyak barang bukti.

“Bagi kami, semakin banyak petunjuk atau bukti-bukti yang kami dapatkan di TKP, maka semakin baik untuk menjadi bahan analisa para ahli,” kata Iver.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria berusia sekitar 50 tahun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia bersama balita berusia dua tahun di dalam rumahnya Jalan Balai Rakyat V, Koja, Jakarta Utara.

“Korban bapak-bapak kira-kira berusia 50 tahun. Kemudian satu lagi balita umur kira-kira kurang lebih dua tahun,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Iverson Manossoh, Sabtu (28/10/2023).

Lebih lanjut Iverson mengatakan, polisi masih mendalami temuan dua jasad tersebut. Pihaknya saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari Reskrim Jakarta (Utara), Polsek Koja, Puslabfor Mabes Polri, kemudian dari RS Polri Kramat Jati dan kedokteran forensik. Biarlah ahli ini bekerja, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Iverson juga mengaku belum bisa memberikan informasi lebih dalam terkait identitas, penyebab kematian dan waktu korban meninggal dunia. Pasalnya, kondisi jasad saat ditemukan sudah membusuk.

“Kami sudah punya data sebenarnya, tetapi jenazah ini butuh identifikasi karena KTP-nya tidak melekat pada badan,” ucapnya.(fhm)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru