1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat distribusikan pangan nasional (foto.bulog)

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat distribusikan pangan nasional (foto.bulog)

JAKARTA – Perum BULOG memperluas penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 1.985 koperasi telah masuk dalam cakupan pelayanan BULOG, meski sebagian masih dalam proses pelayanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 KDKMP telah mendapatkan pelayanan beras SPHP, sedangkan 1.249 koperasi lainnya masih dalam proses. Total pesanan atau purchase order (PO) beras yang tercatat mencapai 624 ton.

Perluasan jaringan ini diharapkan membuat beras SPHP lebih mudah dijangkau masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai saluran distribusi kebutuhan pokok di tingkat desa dan kelurahan.

Penguatan pelayanan tersebut sejalan dengan monitoring operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026). Pemantauan dilakukan secara serentak di 107 titik dengan melibatkan 19 kementerian dan lembaga.

Peninjauan di Sukoharjo menyasar empat koperasi, yakni KDKMP Purbayan, Kadilangu, Menuran, dan Bentakan. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, anggota Komisi VII dan Komisi XII DPR RI, serta Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menilai percepatan operasionalisasi KDKMP penting untuk menggerakkan perekonomian desa sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok.

“KDKMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat distribusi pangan. Karena itu, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN diperlukan agar koperasi dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Zulkifli.

Senada, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya jaringan koperasi untuk memperlancar distribusi barang hingga wilayah yang dekat dengan konsumen.

“KDKMP diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok, sehingga distribusi barang semakin efektif hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujar Budi.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perusahaan siap memperkuat pasokan dan pelayanan distribusi beras SPHP untuk mendukung operasional KDKMP.

“BULOG berkomitmen menjaga kesiapan pasokan dan memperkuat pelayanan distribusi beras SPHP sesuai penugasan pemerintah. Kami berharap KDKMP semakin berperan dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga,” kata Ahmad Rizal.

Sebagai bagian dari monitoring di Sukoharjo dan sejumlah wilayah lainnya, BULOG mencatat pesanan beras SPHP dari 107 titik KDKMP mencapai 53.500 kilogram atau 53,5 ton. Penyelesaian pelayanan atas pesanan tersebut ditargetkan pada 14 Oktober 2026.

BULOG juga memperkuat koordinasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung kelancaran distribusi. Langkah ini ditujukan agar pasokan beras dapat tersalurkan lebih efektif dari hulu hingga hilir.

Melalui jaringan koperasi, BULOG berharap rantai distribusi pangan dapat dipersingkat sehingga masyarakat memiliki lebih banyak akses untuk memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, aktivitas perdagangan koperasi diharapkan turut menggerakkan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

Penguatan KDKMP menjadi bagian dari dukungan BULOG terhadap program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan memperluas jangkauan distribusi kebutuhan pokok.

Meski demikian, efektivitas jaringan tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan koperasi, kelancaran pasokan, dan konsistensi pelayanan. Dengan operasional yang berjalan baik, KDKMP berpotensi menjadi salah satu jalur penting untuk mendekatkan beras SPHP kepada masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini
Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu
Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini
Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru
Kuota Tuna Sirip Biru Indonesia Naik 25 Persen, Berpeluang Tembus 3.170 Ton per Tahun
Laba BULOG Cetak Rekor Rp2,4 Triliun, Akhir Tahun Diprediksi Tembus Rp3 Triliun
BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras hingga Oktober 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru

Berita Terbaru