Laba BULOG Cetak Rekor Rp2,4 Triliun, Akhir Tahun Diprediksi Tembus Rp3 Triliun

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani (foto. lazir)

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani (foto. lazir)

JAKARTA – Perum BULOG membukukan laba Rp2,4 triliun hingga akhir September 2026. Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dan diproyeksikan meningkat hingga melampaui Rp3 triliun pada akhir tahun.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian tersebut diketahui berdasarkan hasil peninjauan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 26 September 2026.

“Ini menjadi sesuatu yang kami syukuri dan membanggakan. Capaian ini juga menjadi kado pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo,” ujar Rizal dalam konferensi pers realisasi pengadaan beras BULOG di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, kinerja keuangan perusahaan masih berpeluang tumbuh dalam tiga bulan terakhir tahun ini. BULOG optimistis laba hingga Desember 2026 bisa menembus Rp3 triliun.

“Potensinya, sampai akhir tahun, laba bisa lebih dari Rp3 triliun. Insyaallah,” katanya.

Rizal menjelaskan, peningkatan laba ditopang margin sebesar 7 persen dan efisiensi biaya bunga perbankan. Dukungan subsidi bunga 2 persen dari pemerintah turut mengurangi beban keuangan yang harus ditanggung perusahaan.

“Bunga yang sebelumnya 5 persen mendapat subsidi pemerintah sebesar 2 persen, sehingga beban bunga BULOG menjadi 3 persen. Penghematan ini, ditambah margin yang diperoleh, mendorong laba kami mencapai Rp2,4 triliun pada akhir September,” jelasnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan rekor baru bagi perusahaan yang selama puluhan tahun menjalankan penugasan pemerintah di bidang pangan.

“Ini sejarah, rekor tertinggi sepanjang BULOG berdiri,” tegas Rizal.

Seiring dengan membaiknya kinerja keuangan, BULOG menyiapkan sejumlah langkah pengembangan usaha untuk memperkuat operasional dan infrastruktur pangan nasional.

Salah satu prioritasnya adalah memperbaiki dan mengaktifkan kembali Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) yang mengalami kerusakan. Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kemampuan pengolahan gabah dan beras sekaligus memperkuat kapasitas operasional perusahaan.

“Kami akan memperbaiki UPGB yang sebelumnya rusak dan menghidupkan kembali infrastrukturnya agar bisa beroperasi,” kata Rizal.

BULOG juga berencana membangun pabrik karung plastik untuk memenuhi kebutuhan kemasan beras. Kebutuhan karung dalam jumlah besar untuk mendukung kegiatan perusahaan dinilai menjadi alasan penting bagi pengembangan fasilitas tersebut.

Pembangunan pabrik direncanakan menjangkau sejumlah pulau besar di Indonesia, dengan Jakarta sebagai lokasi awal untuk mempermudah pelaksanaan.

Selain penguatan infrastruktur, BULOG akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kesempatan pendidikan di dalam dan luar negeri. Sejumlah pejabat eselon I bahkan direncanakan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

“Yang ketiga, kami meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan kesempatan pendidikan di dalam maupun luar negeri. Beberapa pejabat eselon I juga akan kami sekolahkan di Lemhannas,” ujarnya.

Rekor laba tersebut sejalan dengan capaian pengadaan beras BULOG yang juga melampaui target penugasan pemerintah.

Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target 4 juta ton.

Angka tersebut melampaui realisasi pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Sebelumnya, rekor pengadaan terbesar BULOG tercatat pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.

Capaian ini menempatkan pengadaan beras dan kinerja keuangan sebagai dua indikator penting dalam perjalanan BULOG sepanjang 2026. Ke depan, perusahaan menyiapkan penguatan infrastruktur pengolahan, kemandirian pasokan kemasan, serta peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung keberlanjutan operasional dan penugasan pangan pemerintah.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini
Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu
Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027
1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini
Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru
Kuota Tuna Sirip Biru Indonesia Naik 25 Persen, Berpeluang Tembus 3.170 Ton per Tahun
BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras hingga Oktober 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru

Berita Terbaru