RENTAK.ID – Britney Spears mengungkapkan masih menyimpan kepahitan atas perlakuan yang diterimanya ketika mengawali karier sebagai bintang pop. Penyanyi berusia 44 tahun itu juga kembali menyinggung pengalaman hidupnya di bawah konservatori yang membatasi kebebasannya selama hampir 13 tahun.
Britney Spears menyampaikan perasaan tersebut melalui unggahan Instagram pada Minggu. Ia kembali aktif di platform tersebut dengan membagikan video dirinya berpose mengenakan pakaian dalam, disertai keterangan panjang mengenai pengalaman pribadi, perjalanan karier, dan pergulatan emosional yang masih membekas.
Dalam unggahannya, Britney Spears, pelantun lagu “Toxic” itu mengakui bahwa dirinya merasa pahit ketika mengingat waktu dan kebebasan yang menurutnya telah hilang selama bertahun-tahun.
“Saya akui, saya memang pahit. Semua jam, detik, waktu, dan kesadaran yang diam-diam, secara bawah sadar, membuat saya mengetahui kemampuan saya sebagai seorang perempuan,” tulis Britney Spears.
Ia kemudian mengenang masa ketika dirinya bahkan tidak memiliki kebebasan untuk bepergian sekadar menemui seorang teman.
“Bahkan untuk terbang ke suatu tempat hanya demi bertemu seorang teman pun saya tidak pernah bisa, karena saya bekerja tujuh hari seminggu selama 15 tahun,” lanjutnya.
Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana Britney Spears memandang kembali masa-masa awal ketenarannya, ketika kesibukan profesional berjalan beriringan dengan keterbatasan dalam menjalani kehidupan pribadi.
Mengenang Masa Konservatori yang Berakhir pada 2021
Salah satu pengalaman yang turut membentuk perjalanan hidup Britney adalah konservatori yang mulai diberlakukan pada 2008. Pengaturan hukum tersebut menempatkan sejumlah aspek kehidupan dan keuangannya di bawah kendali pihak lain.
Konservatori itu berlangsung hingga November 2021, ketika pengadilan mengakhiri pengaturan yang telah menjadi perhatian luas publik tersebut.
Selama bertahun-tahun, kehidupan pribadi dan kondisi karier Britney menjadi bahan pembicaraan, terutama terkait ruang kebebasan yang dimilikinya di tengah popularitas sebagai salah satu penyanyi pop terbesar di dunia.
Dalam unggahan terbarunya, Britney juga mencoba memahami kembali hubungannya dengan kebebasan, waktu, dan kemampuannya mengambil keputusan sendiri setelah melewati periode panjang tersebut.
Mulai Bepergian Sendiri dan Belajar Mempercayai Diri
Britney kemudian menceritakan perubahan dalam kehidupannya setelah mulai memiliki kesempatan lebih besar untuk menentukan pilihan sendiri.
Ia mengenang momen sekitar lima tahun lalu ketika pertama kali memegang uang kertas satu dolar miliknya sendiri. Pada periode yang kurang lebih sama, ia mulai melakukan perjalanan seorang diri.
Menurut Britney, selama enam tahun terakhir ia telah bepergian sendirian, kecuali satu perjalanan bersama seorang teman. Ia memperkirakan melakukan perjalanan sekitar 15 kali dalam setahun, dengan durasi masing-masing sekitar dua minggu.
Banyaknya waktu yang dihabiskan sendirian sempat membuatnya mempertanyakan apakah pola hidup tersebut baik untuk dirinya.
“Saya bepergian selama enam tahun terakhir sendirian, selain satu perjalanan bersama seorang teman. Sekitar 15 kali setahun, dengan dua minggu untuk setiap perjalanan. Itu waktu yang sangat lama sendirian, dan saya mulai bertanya-tanya, apakah ini sehat?” tulisnya.
Namun, Britney mengatakan bahwa pada pagi hari ketika menulis unggahan tersebut, ia memutuskan untuk berhenti terus-menerus mempertanyakan dirinya sendiri.
“Kemudian saya bangun pagi ini dan berkata, ‘Saya akan berhenti mempertanyakan diri sendiri dan membiarkan kaki serta semangat saya sendiri menjadi penunjuk jalan,’” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan keinginannya untuk lebih memercayai diri sendiri dalam menentukan arah kehidupan, tanpa terus dibayangi keraguan terhadap keputusan yang diambil.
Singgung Tuhan dan Hubungannya dengan Kesendirian
Di bagian akhir unggahannya, Britney juga menyinggung kemungkinan adanya hubungan antara kesendiriannya dan keyakinan spiritual.
“Barangkali Tuhan memang ada. Mungkin Dia ingin bersikap posesif terhadap saya, dan Dia menyukai saya sendirian. Saat itulah semuanya terasa masuk akal,” tulis Britney.
Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kalimat yang terdengar ringan dan tidak terduga: “Saya membutuhkan sepasang sepatu baru.”
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Britney Spears belum memberikan komentar mengenai unggahan tersebut.
Rilis Lagu Lama untuk Menandai 25 Tahun Album Britney
Di tengah refleksi tentang masa lalunya, Britney juga kembali menjadi sorotan melalui musik. Pekan sebelumnya, ia memperkenalkan lagu “She’ll Never Be Me”, sebuah rekaman yang awalnya dibuat untuk album ketiganya, Britney, yang dirilis pada 2001.
Peluncuran lagu tersebut bertepatan dengan peringatan 25 tahun album yang menggunakan namanya sendiri itu.
Album Britney merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai bintang pop global. Perilisan kembali materi rekaman dari periode tersebut sekaligus membawa perhatian publik pada fase awal kariernya, masa yang kini ia kenang dengan perasaan yang lebih kompleks.
Melalui pengakuan terbarunya, Britney tidak hanya berbicara tentang kesuksesan dan popularitas, tetapi juga mengenai kebebasan, waktu yang hilang, serta usahanya untuk menjalani kehidupan dengan lebih percaya pada pilihan sendiri. ***






