7 Lagu Karya De Santos Era 1970-an Kembali Bergema di Yogyakarta, Ada Candra Darusman

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagas Hapsoro, Lim Hans, Rutha Sayethi, Haryo Sasongko dan Sapto Winarno (foto. istimewa)

Bagas Hapsoro, Lim Hans, Rutha Sayethi, Haryo Sasongko dan Sapto Winarno (foto. istimewa)

YOGYAKARTA – Tujuh lagu karya keluarga De Santos yang lahir sejak era 1970-an akan kembali diperdengarkan dalam sebuah perhelatan seni di Yogyakarta. Musik lintas generasi tersebut akan disajikan dalam acara “Persembahan Karya De Santos dan Para Sahabat” di Jogya Tea House (JTH), Minggu (20/9/2026).

Sejumlah karya yang akan dibawakan kembali antara lain Hikmah Kemerdekaan, Tabah, Penuh Harapan, hingga lagu solidaritas Padang: Don’t Lose Your Hope. Seluruh lagu akan dikemas dengan aransemen yang lebih segar tanpa meninggalkan karakter karya aslinya.

Putra sulung Santoso Poedjosoebroto dan keluarga, Haryo Sasongko, mengatakan acara tersebut menjadi bagian dari upaya meneruskan pesan dan amanah orang tuanya melalui seni.

Sapto Indro, peniup saxophone/flute. (foto.ist)
Sapto Indro, peniup saxophone/flute. (foto.ist)

“Bapak dan Ibu kami selalu berpesan bahwa seni akan membawa perdamaian dan mempererat hubungan umat manusia. Melalui musik inilah kami mewujudkan warisan itu,” ujar Haryo.

Kolaborasi Musisi Lintas Generasi

Perhelatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara pemain musik De Santos dengan sejumlah musisi Yogyakarta. Mereka akan berkolaborasi dalam sesi jam session yang mempertemukan musisi dari latar dan generasi berbeda.

Candra Darusman, musikus dan pakar hak karya cipta. (foto. ist)

Sejumlah nama yang terlibat di antaranya Lim Hans, musikus multitalenta asal Banjarmasin yang telah menetap di Yogyakarta sejak 1983.

Ada pula Rita Sayeti, biduanita yang dikenal piawai membawakan lagu-lagu pop dan jazz era 1970-an. Sementara Sapto Indro, penyanyi sekaligus saxophonist, dipercaya membawakan lagu Keseimbangan karya Haryo Sasongko.

Lim Hans selama ini kerap tampil bersama Rita Sayeti di berbagai panggung hiburan Yogyakarta. Adapun Sapto Indro dikenal aktif berkolaborasi dengan musisi dari berbagai daerah.

Tak Sekadar Pertunjukan Musik

“Persembahan Karya De Santos dan Para Sahabat” tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik. Pengunjung juga dapat menikmati pameran lukisan dan karikatur serta mengikuti diskusi mengenai budaya.

Dari kiri ke kanan: Lim Hans, Rutha Sayethi, Haryo Sasongko dan Sapto Winarno. (foto. ist)

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Laksono Trisnantoro, Prof. Laretna Adishakti, dan Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda. Pemimpin Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat, Dr. Octo Lampito, juga dijadwalkan menjadi pembicara.

Satu sesi lain yang menarik adalah diskusi mengenai hak cipta bersama musisi legendaris Candra Darusman. Forum ini diharapkan membuka ruang percakapan mengenai karya musik, kreativitas, sekaligus pentingnya perlindungan hak cipta bagi para seniman.

Acara yang digelar di JTH tersebut terbuka untuk umum. Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di lokasi, kegiatan juga dapat diikuti secara daring melalui Zoom.

Lewat perpaduan musik, seni rupa, diskusi budaya, dan dialog tentang hak cipta, keluarga De Santos berharap acara ini menjadi ruang pertemuan bagi para pecinta seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Casting Film “Mamaku Kuntilanak” Digelar di Medan, 23 Peserta Ikut Seleksi
Krisdayanti Bantah Isu Rumah Tangga Retak dengan Raul Lemos
Sempat Umumkan Bubar, Kangen Band Sepakat Lanjut Bermusik
Kotak Hentikan Konser karena Paparan Gas, Tantri Minta Maaf
KUA Kebayoran Baru Akui Ada Rekomendasi Nikah Andre Taulany dan Amanda Rigby
BABY UDON, Film Drama Keluarga Paling Menguras Air Mata yang Tayang Hari Ini
Film Brick Mansions, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Aksi Paul Walker dan David Belle
Zaskia Adya Mecca Prihatin Lihat Kondisi Krisis di Pengungsian Flores

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:09 WIB

7 Lagu Karya De Santos Era 1970-an Kembali Bergema di Yogyakarta, Ada Candra Darusman

Selasa, 15 September 2026 - 09:20 WIB

Casting Film “Mamaku Kuntilanak” Digelar di Medan, 23 Peserta Ikut Seleksi

Selasa, 15 September 2026 - 00:30 WIB

Krisdayanti Bantah Isu Rumah Tangga Retak dengan Raul Lemos

Selasa, 15 September 2026 - 00:10 WIB

Sempat Umumkan Bubar, Kangen Band Sepakat Lanjut Bermusik

Senin, 14 September 2026 - 23:01 WIB

Kotak Hentikan Konser karena Paparan Gas, Tantri Minta Maaf

Berita Terbaru