JAKARTA – Pemerintah memastikan program Bantuan Pangan Beras berlanjut hingga akhir 2026. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar bantuan beras kembali disalurkan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember.
Keputusan itu dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi fenomena El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah juga membahas berbagai langkah antisipasi menghadapi kondisi pangan dan ekonomi hingga akhir tahun.
“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” kata Airlangga.
Ia menegaskan, salah satu program yang mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras.
“Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras. Arahan Bapak Presiden itu dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” ujar Airlangga.
Sebelumnya, Bantuan Pangan Beras menyasar sekitar 33,2 juta keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Setiap keluarga memperoleh bantuan sebanyak 10 kilogram beras per bulan.
Untuk penyaluran hingga September 2026, pemerintah menerapkan mekanisme rapel sehingga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras untuk tiga bulan sekaligus.
BULOG Pastikan Stok Beras Aman
Perum BULOG memastikan siap menjalankan penugasan pemerintah tersebut. Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ketersediaan stok menjadi salah satu kekuatan utama untuk mendukung kelanjutan program.
Menurut Rizal, keputusan pemerintah memperlihatkan perhatian besar terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan.
“Arahan Bapak Presiden menunjukkan keberpihakan dan perhatian yang sangat besar kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi stok, BULOG sangat siap untuk kembali menyalurkan Bantuan Pangan Beras alokasi Oktober hingga Desember,” kata Rizal.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga penerima sekaligus memberikan kepastian terhadap kebutuhan pangan sehari-hari.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Penerima Bantuan Pangan, sekaligus memberikan rasa aman bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
BULOG juga akan mengoptimalkan jaringan pergudangan dan operasional yang tersebar di berbagai daerah untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar.
“Kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan jaringan operasional yang dimiliki dalam mendukung kelancaran penyaluran,” kata Rizal.
Menurut dia, kesiapan stok beras pemerintah, jaringan gudang yang tersebar di Indonesia, serta pengalaman BULOG menjalankan berbagai penugasan pangan nasional menjadi modal penting untuk memastikan bantuan diterima masyarakat secara efektif dan tepat sasaran.
Kelanjutan Bantuan Pangan Beras hingga Desember 2026 diharapkan menjadi salah satu bantalan bagi masyarakat menghadapi potensi tekanan pangan dan ekonomi. Pemerintah bersama BULOG juga terus memperkuat ketahanan pangan nasional agar kebutuhan beras masyarakat tetap terjamin hingga akhir tahun.
Penulis : lazir
Editor : ameri












