BULOG Siagakan 93.782 Ton Beras untuk NTT, Ini Rinciannya

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat beberkan bantuan BULOG untuk NTT (foto. Bulog)

Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat beberkan bantuan BULOG untuk NTT (foto. Bulog)

JAKARTA – Perum BULOG memperkuat kesiapsiagaan pangan di tengah penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 93.782 ton beras disiapkan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi, termasuk jika masa tanggap darurat harus diperpanjang.

Jumlah tersebut berasal dari stok beras yang sudah tersedia di NTT serta dukungan mobilisasi atau movement nasional (Movenas) dari sejumlah wilayah BULOG di Indonesia.

Berdasarkan data per 22 Agustus 2026, stok beras BULOG yang tersedia di wilayah NTT mencapai 26.336 ton. Sementara itu, sebanyak 67.446 ton telah disiapkan melalui Movenas dari Kanwil DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

Jika seluruh rencana mobilisasi terealisasi, total beras yang disiagakan BULOG untuk mendukung penanganan bencana di NTT mencapai 93.782 ton.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapan BULOG untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pangan.

“BULOG menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Stok tersebut berasal dari ketersediaan beras di wilayah NTT dan dukungan mobilisasi dari wilayah lain,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya di Pusat Komando Pengendalian BULOG dalam Penanganan Bencana Alam NTT di Jakarta.

Menurut dia, dalam kondisi bencana, kecepatan distribusi menjadi salah satu faktor penting agar bantuan pangan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,” katanya.

Antisipasi Tanggap Darurat Diperpanjang

BULOG tidak hanya menghitung kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat berjalan. Perusahaan juga menyiapkan cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan masa tanggap darurat diperpanjang maupun munculnya bencana susulan.

Berdasarkan perhitungan BULOG, kebutuhan beras untuk penanganan bencana di NTT diperkirakan mencapai 1.890 ton. Angka itu menggunakan asumsi sebanyak 150.576 korban jiwa membutuhkan dukungan pangan selama 14 hari masa tanggap darurat.

Untuk menghadapi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali, BULOG menyiapkan tambahan kebutuhan hingga 18.900 ton.

“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,” tegas Ahmad.

Selain kebutuhan penanganan bencana, BULOG juga memperhitungkan dukungan untuk program Bantuan Pangan bagi 852.631 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Dengan alokasi 10 kilogram beras per penerima per bulan, kebutuhan untuk penyaluran selama tiga bulan diperkirakan mencapai 25.578 ton.

Jika seluruh kebutuhan tersebut dijumlahkan, proyeksi kebutuhan beras mencapai 46.368 ton, yang terdiri atas 1.890 ton untuk penanganan bencana, 18.900 ton sebagai antisipasi perpanjangan masa tanggap darurat, dan 25.578 ton untuk Bantuan Pangan selama tiga bulan.

Dengan stok yang disiagakan mencapai 93.782 ton, BULOG masih memiliki ruang ketersediaan sekitar 47.414 ton setelah seluruh kebutuhan tersebut diperhitungkan.

Stok Beras Nasional Capai 5,17 Juta Ton

Kesiapan BULOG di NTT juga ditopang oleh kekuatan stok beras secara nasional. Per 22 Agustus 2026, stok beras BULOG tercatat mencapai 5.170.098 ton.

Besarnya stok nasional tersebut memberikan fleksibilitas bagi BULOG untuk melakukan mobilisasi beras ke wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

Ahmad menegaskan, BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait untuk memastikan mobilisasi, penyimpanan, hingga penyaluran beras berjalan efektif.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses mobilisasi dan penyaluran beras dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Kesiagaan 93.782 ton beras tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG mendukung pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam situasi bencana, ketersediaan stok dan kemampuan distribusi menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

BULOG memastikan dukungan pangan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, sehingga masyarakat NTT yang terdampak bencana tetap mendapatkan akses pangan selama masa darurat.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB