Kemendes Gandeng Jepang, China, dan PLN EPI Percepat Pembangunan Ekonomi Desa

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendes PDT, Yandri Susanto (foto. kemendes)

Mendes PDT, Yandri Susanto (foto. kemendes)

JAKARTA — Pembangunan desa tak lagi hanya mengandalkan anggaran negara. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari Jepang, China, hingga perusahaan energi nasional, untuk memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, kerja sama multipihak menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan desa dengan memanfaatkan sumber pendanaan dan dukungan di luar APBN.

Menurut Yandri, kolaborasi tersebut diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan desa wisata, desa ekspor, hingga pemanfaatan potensi energi berbasis masyarakat.

Salah satu kerja sama yang tengah dijalankan adalah dengan Hakko Fukushikai Foundation dari Jepang. Kemitraan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM desa melalui pemberian beasiswa bagi pemuda desa.

“Kita ada program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia,” kata Yandri, Kamis (20/8/2026).

Program tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda desa yang memiliki kapasitas dan pengetahuan untuk ikut membangun daerah asalnya.

Tak berhenti pada pengembangan SDM, Kemendes PDT juga memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menggandeng New Hope Fintech dari China.

Yandri mengatakan, perusahaan asal China itu siap memberikan pendampingan sekaligus pemberdayaan BUMDes dengan dukungan teknologi.

“Kami menggaet New Hope China. Mereka siap melakukan pendampingan dan pemberdayaan BUMDes dengan sistem teknologi yang sangat bagus,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat BUMDes, tetapi juga dikembangkan ke berbagai program unggulan Kemendes PDT lainnya, termasuk pengembangan Desa Wisata dan Desa Ekspor.

Gandeng PLN EPI Kembangkan Biomassa Desa

Langkah terbaru Kemendes PDT dilakukan melalui kerja sama dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Kemitraan ini diarahkan pada pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan melalui BUM Desa untuk mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission di desa serta daerah tertinggal.

Program tersebut dinilai memiliki potensi besar karena desa dapat dilibatkan secara langsung dalam pengembangan rantai pasok biomassa. Dengan begitu, pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Namun, Yandri menyadari bahwa pengembangan berbagai program tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari DPR RI.

Karena itu, ia meminta dukungan Komisi V DPR RI agar berbagai program pembangunan desa dapat berjalan secara optimal.

“Kami tentu membutuhkan dukungan Komisi V DPR RI. Program-program ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari kalangan legislatif,” tutur Yandri.

Pimpinan Komisi V DPR RI pun menyambut positif langkah Kemendes PDT dalam memperluas kolaborasi pembangunan desa.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus memberikan apresiasi atas berbagai terobosan yang dilakukan Kementerian Desa.

“Sekali lagi tepuk tangan untuk Pak Menteri Desa. Mantap,” kata Lasarus.

Dalam kesempatan yang sama, Yandri juga memaparkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 serta perkembangan realisasi anggaran Kemendes PDT hingga Agustus 2026.

Paparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran kementerian, sekaligus memastikan berbagai agenda pembangunan desa tetap berjalan sesuai target.

Yandri dalam kegiatan itu didampingi Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemendes PDT.

Dengan menggandeng mitra internasional, BUMN, dan dukungan parlemen, Kemendes PDT berupaya memperluas sumber daya pembangunan desa. Strategi tersebut diharapkan membuat desa tidak hanya menjadi penerima program pemerintah, tetapi juga semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan penggerak kesejahteraan masyarakat.

Penulis : guntar

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru