BULOG Pastikan Stok Beras Alor Aman 1.500 Ton, Gerakan Pangan Murah Diperluas

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulog cek gudang beras di Alor (foto. bulog)

Bulog cek gudang beras di Alor (foto. bulog)

ALOR – Masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak perlu cemas dengan ketersediaan beras. Perum BULOG memastikan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman dengan cadangan sekitar 1.500 ton yang tersimpan di Gudang BULOG Kalabahi Kota.

Stok yang cukup tersebut menjadi modal bagi BULOG untuk memperluas penyaluran beras sekaligus mendekatkan akses pangan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang terus digencarkan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai lokasi yang mudah dijangkau warga.

GPM kali ini digelar di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama BULOG menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG Fauzan Dipo Pribadi, serta Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT Arrahim K Kanam.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi langkah BULOG yang terus memperkuat distribusi pangan melalui GPM. Menurutnya, program tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan.

“Kami mengapresiasi BULOG yang terus hadir di tengah masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Johni.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung berbagai upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan, termasuk di wilayah kepulauan seperti Alor.

“Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Alor,” katanya.

Johni mengatakan karakteristik NTT sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi pangan membutuhkan kerja sama yang kuat. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Alor merupakan bagian penting dari NTT yang memiliki karakteristik geografis tersendiri. Karena itu, ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan harus menjadi perhatian bersama,” ucapnya.

“Kita ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau,” sambung Johni.

Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG Fauzan Dipo Pribadi mengatakan, ketersediaan stok beras sekitar 1.500 ton di Alor memberikan ruang bagi BULOG untuk terus mengoptimalkan penyaluran pangan kepada masyarakat.

“Stok beras BULOG di Alor saat ini sekitar 1.500 ton. Ini menunjukkan bahwa pasokan beras dalam kondisi aman,” kata Fauzan.

Menurutnya, stok yang tersedia tidak boleh hanya berhenti di gudang. BULOG akan terus menggerakkan cadangan tersebut melalui berbagai saluran distribusi, termasuk GPM.

“Karena itu, stok yang tersedia akan terus kami gerakkan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.

Fauzan menjelaskan, GPM bukan sekadar kegiatan menjual pangan dengan harga terjangkau. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok secara mudah.

“Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” kata Fauzan.

Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo juga menyambut positif pelaksanaan GPM. Menurutnya, kehadiran BULOG bersama pemerintah di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk memperluas akses terhadap kebutuhan pangan pokok.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus ikut menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Alor.

Pelaksanaan GPM di sejumlah lokasi, kata dia, juga menjadi bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat sehingga manfaat program pemerintah bisa dirasakan secara nyata.

Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT Arrahim K Kanam menegaskan bahwa ketersediaan beras di Alor menjadi bagian dari perhatian BULOG dalam menjaga ketahanan pangan di seluruh wilayah NTT.

“BULOG memastikan masyarakat di Alor tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok yang ada cukup dan akan terus kami distribusikan melalui berbagai kanal,” jelas Arrahim.

Menurutnya, GPM menjadi salah satu instrumen penting untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti daerah kepulauan.

“GPM menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat,” katanya.

Arrahim menambahkan, kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan membutuhkan strategi distribusi yang kuat dan koordinasi berkelanjutan.

Karena itu, BULOG terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, serta berbagai elemen masyarakat untuk memastikan pasokan pangan dapat tersedia secara berkelanjutan.

“Semangat kami adalah memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat,” ujar Arrahim.

“Karena itu, BULOG akan terus hadir dan bergerak bersama pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas pangan di NTT,” sambungnya.

Pelaksanaan GPM di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula menjadi salah satu bukti bahwa distribusi pangan terus didekatkan kepada masyarakat. Dengan dukungan stok beras sekitar 1.500 ton, BULOG memiliki ruang untuk mengoptimalkan penyaluran beras melalui berbagai kanal.

Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, BULOG, serta para pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di wilayah tersebut.

Dengan demikian, stok beras tidak hanya aman di gudang, tetapi benar-benar bergerak dan sampai ke tangan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di Alor dan wilayah NTT.

Penulis : lazir

Editor : guntar

Berita Terkait

Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini
Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu
Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027
1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini
Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru
Kuota Tuna Sirip Biru Indonesia Naik 25 Persen, Berpeluang Tembus 3.170 Ton per Tahun
Laba BULOG Cetak Rekor Rp2,4 Triliun, Akhir Tahun Diprediksi Tembus Rp3 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru

Berita Terbaru