Menko Polkam Pastikan Situasi Keamanan Indonesia Aman, Masyarakat Diminta Tak Terpengaruh Hoaks

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polkam Djamari Chaniago saat menggelar konferensi persdi kantornya (foto. lazir)

Menko Polkam Djamari Chaniago saat menggelar konferensi persdi kantornya (foto. lazir)

JAKARTA – Pemerintah menegaskan situasi keamanan di seluruh wilayah Indonesia tetap aman dan kondusif di tengah maraknya penyebaran informasi menyesatkan di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh berbagai narasi hoaks yang beredar, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago saat menggelar konferensi pers bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (5/8/2026). Menurutnya, seluruh unsur pemerintah terus bersinergi memantau perkembangan situasi keamanan agar stabilitas nasional tetap terjaga.

“Situasi di dalam negeri sangat-sangat mantap. Perkembangan situasi yang terjadi masih dalam kendali kita semua. Panglima TNI, Kapolri, BIN, dan seluruh jajaran terus berkoordinasi setiap saat untuk menyegarkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menjaga keamanan nasional,” kata Djamari.

Ia mengungkapkan, tantangan yang kini dihadapi bukan hanya persoalan keamanan di lapangan, tetapi juga derasnya penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian melalui media sosial yang dapat memicu keresahan masyarakat.

“Kami bersepakat menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terganggu dengan berbagai informasi yang menyesatkan itu. Kami menanganinya dengan baik dan kondisi di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai narasi di media sosial,” ujarnya.

Djamari menegaskan aktivitas masyarakat di berbagai daerah tetap berjalan normal. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa situasi keamanan nasional masih terkendali.

“Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Saya sendiri berjalan ke pasar tradisional bersama istri, semuanya aman. Pergi ke mal juga aman. Bahkan mencari tempat parkir saja masih sulit kalau datang terlambat. Artinya, kehidupan masyarakat berlangsung normal dan tidak ada kondisi yang perlu dikhawatirkan,” tuturnya.

Ia memastikan pemerintah tidak akan lengah menghadapi penyebaran informasi palsu yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional maupun jalannya program-program pemerintah.

“Kami hadir bersama hari ini untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa negara menjaga keamanan sehingga seluruh program pemerintah yang menjadi harapan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.

Ajak Masyarakat Hentikan Penyebaran Hoaks

Menko Polkam mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Mari kita hentikan konten-konten yang membuat masyarakat semakin khawatir. Jangan sampai rasa khawatir berubah menjadi ketakutan karena itu sangat merugikan kehidupan bangsa dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa hoaks dan disinformasi dapat membentuk persepsi negatif terhadap kondisi bangsa apabila terus dibiarkan.

“Kalau masyarakat terus dipenuhi hoaks, fitnah, dan kebencian, pikiran anak-anak bangsa akan terpolusi dan akhirnya muncul pesimisme terhadap negeri ini. Padahal kenyataannya tidak seperti itu,” kata Djamari.

Penyebar Hoaks Akan Ditindak Tegas

Djamari menegaskan pemerintah tidak hanya mengedepankan edukasi, tetapi juga akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan informasi bohong dan memenuhi unsur pidana.

“Kalau sudah memenuhi unsur pelanggaran pidana, kami bersama Kapolri dan Jaksa Agung akan melakukan tindakan hukum secara tegas. Dalam penegakan hukum tidak ada kompromi apabila perbuatannya mengganggu kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia meminta para penyebar hoaks menghentikan aksinya demi menjaga ketenangan masyarakat.

“Bangsa ini membutuhkan ketenangan untuk membangun. Rakyat membutuhkan rasa aman dalam menjalankan kehidupannya. Karena itu hentikan penyebaran hoaks dan disinformasi,” ujarnya.

Video Ajakan Demo Dipastikan Bukan Kondisi Terkini

Menanggapi beredarnya video ajakan demonstrasi di media sosial, Djamari memastikan informasi tersebut tidak menggambarkan situasi Indonesia saat ini.

“Video itu saya nyatakan tidak benar. Mungkin itu merupakan kejadian pada masa lalu, tetapi untuk kondisi sekarang tidak ada seperti yang dinarasikan. Kami bersama Panglima TNI dan Kapolri sudah bekerja keras dan sampai saat ini tidak menemukan kondisi seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan aparat juga sedang menelusuri akun-akun yang diduga menyebarkan informasi tersebut.

“Kalau ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan kami tindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Unjuk Rasa Dijamin, Asalkan Tidak Anarkis

Dalam sesi tanya jawab, Djamari menegaskan pemerintah tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa.

“Tidak ada larangan untuk unjuk rasa. Menyampaikan pendapat adalah hak masyarakat. Yang tidak kami toleransi adalah tindakan anarkis, perusakan, maupun pembakaran fasilitas umum atau kantor pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi dan justru dibutuhkan sebagai masukan.

“Presiden juga berulang kali menyampaikan bahwa kritik itu perlu. Silakan menyampaikan kritik dengan tertib, selama tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas dan tidak melanggar hukum,” ucapnya.

Penanganan Papua dan Konflik Sosial Terus Diperkuat

Menjawab pertanyaan mengenai situasi di Papua, Menko Polkam mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi antara TNI dan Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil.

“Tidak ada perubahan pola penanganan di Papua, tetapi ada peningkatan langkah-langkah yang dilakukan Panglima TNI dan Kapolri agar keamanan masyarakat semakin terjamin dan korban sipil tidak bertambah,” jelasnya.

Sementara terkait konflik sosial di sejumlah daerah, pemerintah mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli keamanan, respons cepat aparat, serta penyelesaian secara persuasif agar konflik tidak meluas.

Menutup konferensi pers, Djamari mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana damai menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mari kita rayakan Hari Kemerdekaan dengan tenang, gembira, dan penuh optimisme. Kita jaga bersama ketenangan bangsa ini agar seluruh masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dalam suasana aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru