BREBES – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada susu nasional dengan mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui pembangunan peternakan sapi perah terpadu milik PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi susu terbesar di Indonesia.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan kawasan peternakan modern itu merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Pemerintah, kata dia, akan mengutamakan penyerapan susu hasil produksi peternak lokal selama mampu memenuhi kebutuhan nasional.
“Pada masa Presiden Soeharto, impor susu hanya sekitar 40 persen. Namun setelah era pasar bebas, ketergantungan terhadap impor terus meningkat hingga kini mencapai sekitar 82 persen. Karena itu, Bapak Presiden Prabowo telah mengambil kebijakan bahwa selama peternak kita mampu memproduksi susu, pemerintah akan memprioritaskan produksi dalam negeri dan tidak bergantung pada impor,” ujar Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).
Menurut Amran, susu menjadi komoditas strategis karena tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penopang utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh sebab itu, peningkatan produksi susu nasional menjadi agenda prioritas pemerintah.
Ia mengungkapkan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan pelaksanaan Program MBG. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi defisit produksi susu yang cukup besar. Pada 2025, kekurangan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 6,72 juta ton atau sekitar 81,28 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri susu melalui investasi, modernisasi peternakan, dan pemberdayaan peternak rakyat.
“Saya ingin merumuskan kebijakan agar Indonesia benar-benar bisa swasembada susu. Swasembada beras adalah tantangan yang jauh lebih berat dan berhasil kita dorong. Karena itu, saya optimistis swasembada susu juga bisa tercapai apabila seluruh pihak bergerak bersama,” tegasnya.
Amran menambahkan pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit sapi unggul, ketersediaan pakan, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi peternakan, industri pengolahan susu, hingga menjamin kepastian pasar bagi peternak.
“Keberhasilan swasembada susu tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, hingga lembaga keuangan agar produksi susu nasional terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama dibangun di atas lahan seluas sekitar 710 hektare dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor sapi perah. Kawasan ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 180 ribu ton susu segar setiap tahun atau sekitar 18 persen dari total produksi susu segar nasional.
Selain meningkatkan produksi, proyek tersebut juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan melalui pola kemitraan yang melibatkan ribuan petani dan peternak lokal.
CEO Savoria Group yang menaungi PT Global Dairi Bersama, Ihsan Mulia Putri, mengatakan proyek ini dirancang untuk membangun ekosistem peternakan modern yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.
“Kami membangun peternakan terpadu ini sebagai bentuk komitmen mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan sekitar 5.000 petani lokal akan dilibatkan sebagai mitra penyedia hijauan pakan ternak dan jagung pipil. Selain itu, sekitar 8.000 peternak rakyat juga akan memperoleh kesempatan bermitra dalam pengembangan usaha sapi perah maupun penggemukan sapi.
Dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor sapi dan target produksi 180 ribu ton susu segar per tahun, peternakan modern di Brebes tersebut diharapkan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat pasokan susu nasional.
Melalui investasi besar, penguatan kemitraan dengan peternak rakyat, serta dukungan penuh pemerintah, proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada susu nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan
Penulis : lazir
Editor : ameri






