AirNav Dorong Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan Lewat Forum Nasional

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – AirNav Indonesia memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan efisiensi operasional penerbangan melalui penyelenggaraan National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026 di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (15/7/2026).

Forum yang diinisiasi Ikatan Pilot Indonesia (IPI) tersebut mempertemukan regulator, maskapai penerbangan, penyedia layanan navigasi, penyedia energi aviasi, manufaktur pesawat, akademisi, pengamat penerbangan, serta profesi pilot guna merumuskan strategi efisiensi bahan bakar yang dapat diterapkan hingga tingkat operasional.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya membangun ketahanan industri penerbangan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurut dia, efisiensi bahan bakar kini menjadi isu strategis di tengah dinamika geopolitik, fluktuasi harga avtur, serta tuntutan pengurangan emisi karbon. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh ekosistem penerbangan agar efisiensi tidak hanya mampu menekan biaya operasional, tetapi juga memperkuat keselamatan, daya saing, dan keberlanjutan industri.

“Efisiensi bahan bakar tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi regulator, penyedia layanan navigasi penerbangan, maskapai, produsen pesawat, penyedia energi, hingga profesi pilot. Melalui NAFEF 2026, kami ingin mendorong lahirnya langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan bersama untuk mewujudkan penerbangan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Capt. Avirianto.

Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav terus melakukan transformasi operasional melalui penerapan Free Route Operations (FRTO), Continuous Climb Operations (CCO), Continuous Descent Operations (CDO), direct routing, serta pengelolaan lalu lintas udara yang lebih optimal guna mengurangi waktu tunggu pesawat di udara.

Berbagai inovasi tersebut dinilai mampu membantu maskapai menghemat konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi standar keselamatan penerbangan.

Selain itu, AirNav Indonesia juga mempercepat implementasi Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) sebagai bagian dari transformasi digital layanan navigasi penerbangan. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data operasional sehingga pengelolaan arus lalu lintas udara menjadi lebih kolaboratif, prediktif, dan efisien.

NAFEF 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, Boeing, Airbus, Ikatan Pilot Indonesia, hingga pengamat penerbangan Alvin Lie. Forum juga membahas pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai solusi jangka panjang untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt. Muammar Reza Nugraha, mengatakan forum tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat operasional.

“Forum ini menjadi wadah bagi seluruh stakeholder untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan efisiensi bahan bakar. Kolaborasi yang dibangun diharapkan menghasilkan penerbangan yang semakin aman, nyaman, efisien, dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai NAFEF 2026 menjadi forum yang tepat karena mempertemukan seluruh pihak yang memiliki peran dalam upaya efisiensi bahan bakar penerbangan.

“Diskusi seperti ini penting karena solusi efisiensi harus lahir dari pemahaman bersama seluruh pelaku industri. Pembahasan mengenai Sustainable Aviation Fuel juga menjadi langkah positif dalam mendukung keberlanjutan penerbangan di masa depan,” kata Alvin Lie.

Melalui penyelenggaraan NAFEF 2026, AirNav Indonesia menegaskan perannya sebagai katalis kolaborasi industri dalam mendorong inovasi dan efisiensi operasional guna mewujudkan sistem penerbangan nasional yang lebih aman, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.(***)

Berita Terkait

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar
Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23
Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah
Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak
DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan
Puluhan Jam Menyusuri Sungai, Jalan Darat Mahakam Ulu Buka Harapan Baru
AirNav Indonesia dan Telkom University Kembangkan AI untuk Navigasi Penerbangan
Bukan Cuma Sepeda Motor, Kendaraan Roda Tiga Dinilai Punya Masa Depan di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:51 WIB

DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan

Berita Terbaru