JAKARTA — Kekhawatiran para pekerja terhadap potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapat perhatian serius dari DPR RI. Menyusul berbagai laporan yang diterima dari serikat buruh, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk membahas langkah-langkah pencegahan agar ancaman PHK tidak meluas.
Langkah tersebut diwujudkan melalui rencana rapat koordinasi antara DPR dan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK yang telah dibentuk pemerintah. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6/2026) dan akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dasco menjelaskan, potensi PHK yang mulai dikhawatirkan sejumlah kalangan tidak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi global yang saat ini masih penuh ketidakpastian. Meski demikian, ia menilai pemerintah telah mengambil sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.
“Ya, jadi masalah PHK sebagai dampak dari situasi global ini memang beberapa itu kemudian sudah dilakukan mitigasi oleh pemerintah. Kami melihat ada langkah-langkah yang sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap para pekerja,” kata Dasco usai menghadiri pembukaan Rakernas KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Menurut Dasco, DPR juga tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya kekhawatiran para buruh. Sebagai lembaga pengawas, DPR akan terus memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja berjalan efektif.
Ia mengungkapkan, berbagai aspirasi yang disampaikan serikat pekerja menjadi salah satu dasar DPR untuk segera menggelar pertemuan dengan Satgas Mitigasi PHK dan kementerian terkait.
“Kami dalam waktu dekat, Insya Allah hari Jumat, akan mengadakan rapat koordinasi dengan para stakeholder, termasuk Satgas Mitigasi PHK dari pihak pemerintah yang memang dibentuk untuk menangani persoalan-persoalan seperti ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dasco menegaskan DPR akan terus memantau perkembangan situasi ketenagakerjaan nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi sektor industri dan lapangan kerja.
“Kami ingin memastikan langkah-langkah antisipasi berjalan dengan baik, sehingga dampak terhadap para pekerja dapat diminimalkan dan stabilitas ketenagakerjaan tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






