Harga Beras di Merauke Turun Jadi Rp15 Ribu per Kg, Petani Syukuri Program Cetak Sawah Pemerintah

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransiskus Gebze (foto. ist)

Fransiskus Gebze (foto. ist)

MERAUKE – Upaya pemerintah memperluas areal pertanian melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah) mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selain meningkatkan produksi pangan, program tersebut juga berdampak langsung pada turunnya harga beras yang kini semakin terjangkau bagi masyarakat.

Petani sekaligus pemilik hak tanah ulayat di Merauke, Fransiskus Gebze, mengaku merasakan manfaat besar dari program yang dijalankan pemerintah tersebut. Menurutnya, ketersediaan beras yang semakin melimpah membuat harga di pasaran turun cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Dulu harga beras mahal sekali. Sekarang masyarakat bisa membelinya dengan harga sekitar Rp15 ribu per kilogram, dari sebelumnya mencapai Rp20 ribu per kilogram. Jadi saya bersyukur pemerintah membuka lahan di sini,” ujar Fransiskus, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, kondisi harga beras di berbagai wilayah Kabupaten Merauke kini cenderung stabil. Peningkatan produksi gabah yang didorong oleh perluasan lahan pertanian menjadi faktor utama yang menekan harga beras di tingkat konsumen.

“Sekali lagi saya katakan, harga beras di Merauke sudah stabil. Mengapa? Karena produksi gabah terus meningkat seiring lahannya diperluas,” katanya.

Fransiskus menambahkan, masyarakat Papua Selatan kini dapat menikmati harga beras yang semakin kompetitif dan tidak jauh berbeda dengan harga di Pulau Jawa. Bahkan untuk kategori beras premium, harga jualnya berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

“Sudah sama dengan Pulau Jawa, dan sekarang masyarakat menikmatinya,” tuturnya.

Menurut Fransiskus, peningkatan produksi pangan di Papua Selatan menjadi bukti bahwa program cetak sawah dan optimalisasi lahan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan akses pangan dengan harga terjangkau.

Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar produksi pangan semakin meningkat dan stabilitas harga tetap terjaga.

“Sekali lagi saya pastikan produksi di Papua Selatan meningkat dan harga beras stabil seperti halnya di Pulau Jawa,” tegasnya.

Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang terus digencarkan pemerintah di Merauke diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia, sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga beras bagi masyarakat.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru