AHY Ajak Masyarakat Jaga Sungai, Luncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai di Ciliwung

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat meluncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai (dok. rentak.id)

AHY saat meluncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai (dok. rentak.id)

BOGOR – Upaya menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan terus didorong pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan sungai sebagai bagian penting yang harus dirawat bersama demi keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan AHY saat meluncurkan Gerakan Ayo Muliakan Sungai (AMS) sekaligus menyusuri Sungai Ciliwung di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan itu, AHY menegaskan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, melainkan fondasi yang menopang kehidupan manusia sejak masa lampau hingga saat ini.

“Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tetapi sesungguhnya Indonesia juga adalah negara sungai. Sungai merupakan urat nadi kehidupan yang harus terus kita jaga agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujar AHY.

Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 5.500 daerah aliran sungai (DAS) yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih, mendukung sektor pertanian, energi, industri, hingga menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, menjaga sungai bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan air, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan masa depan generasi mendatang.

AHY mengingatkan bahwa banyak sungai saat ini menghadapi persoalan serius, mulai dari pencemaran, penumpukan sampah, penyempitan badan sungai, hingga pendangkalan yang berujung pada meningkatnya risiko banjir dan menurunnya kualitas lingkungan.

Khusus untuk Sungai Ciliwung yang membentang sekitar 124 kilometer dari hulu hingga hilir, AHY menilai penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Kita sering mendengar dan menyaksikan dampak banjir yang terjadi akibat degradasi sungai, termasuk pendangkalan. Karena itu, ketika berbicara tentang banjir, kita harus melihat persoalannya dari hulu hingga hilir,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pemulihan sungai tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, serta masyarakat.

“Sebagian besar persoalan sungai berawal dari perilaku manusia sendiri. Karena itu, yang harus kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga sungai bersama-sama,” tegasnya.

Sebagai bagian dari peluncuran gerakan tersebut, AHY bersama para peserta melakukan aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung, menebarkan benih ikan endemik sebagai upaya pemulihan ekosistem, serta meninjau kawasan yang akan dikembangkan menjadi green corridor di sepanjang bantaran sungai.

Ia menjelaskan, konsep green corridor tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang sehat, nyaman, dan produktif bagi masyarakat.

“Green corridor ini nantinya dapat dilengkapi jalur pejalan kaki yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, berolahraga, sekaligus berekreasi. Di banyak negara maju, sungai bukan hanya sumber air, tetapi juga menjadi pusat aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat,” jelas AHY.

Menurutnya, jika kualitas dan kebersihan Sungai Ciliwung terus meningkat, kawasan tersebut berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Lebih jauh, AHY menekankan bahwa memuliakan sungai berarti membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam. Karena itu, Gerakan Ayo Muliakan Sungai diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, hingga tokoh agama dan masyarakat.

“Jika hutan adalah paru-paru dunia, maka sungai adalah urat nadinya. Jika sungai sehat, kehidupan mengalir. Ketika sungai rusak, masa depan ikut hanyut. Karena itu, mari kita jaga, rawat, dan muliakan sungai kita. Memuliakan sungai berarti memuliakan kehidupan,” ujarnya.

Menutup kegiatan tersebut, AHY kembali mengajak masyarakat menjadikan gerakan ini sebagai momentum membangun budaya menjaga lingkungan dan sumber daya air.

“Mari kita muliakan sungai. Dengan memuliakan sungai, kita turut memuliakan negeri dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Ferry Noor, anggota DPR RI Herman Khaeron dan Anton Sukartono Suratto, serta sejumlah pejabat kementerian, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan pegiat pelestarian sungai.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru