Gencar Promosi di NATAS 2026, Kemenpar Dikritik Belum Maksimal Benahi Kualitas Destinasi

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar di NATAS Travel Fair 2026 (dok.kemenpar)

Kemenpar di NATAS Travel Fair 2026 (dok.kemenpar)

JAKARTA – Upaya pemerintah mempromosikan pariwisata Indonesia ke pasar internasional kembali digencarkan. Namun di balik langkah ekspansi tersebut, muncul catatan kritis agar promosi tidak sekadar mengejar angka kunjungan, melainkan diiringi perbaikan kualitas destinasi di dalam negeri.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat eksistensi pariwisata Indonesia melalui partisipasi dalam ajang NATAS Travel Fair 2026 yang digelar oleh National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) di Singapura.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menyebut Singapura sebagai pasar strategis bagi Indonesia.

“Singapura bukan hanya salah satu pasar utama, tetapi juga travel hub yang sangat berpengaruh terhadap tren perjalanan outbound di ASEAN. Keikutsertaan Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap menonjol, mudah dijangkau, dan relevan bagi wisatawan Singapura. Melalui tema ‘Go Beyond Ordinary’, kami menghadirkan Indonesia bukan sekadar destinasi, melainkan pengalaman bermakna yang selaras dengan perkembangan preferensi wisatawan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Pameran yang berlangsung pada 27–29 Maret 2026 di Singapore Expo tersebut menjadi etalase promosi berbagai produk wisata Indonesia. Paviliun Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi menggandeng delapan pelaku industri, mulai dari biro perjalanan hingga hotel, untuk menawarkan paket wisata unggulan.

Sejumlah konsep pariwisata turut dipromosikan, mulai dari wisata kuliner, wellness, bahari, hingga wisata ramah Muslim. Kemenpar juga mengangkat destinasi prioritas seperti Labuan Bajo dan Mandalika, serta memperkenalkan pendekatan pariwisata regeneratif yang menekankan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, inovasi digital turut ditampilkan melalui teknologi Tourism 5.0 berbasis kecerdasan buatan bernama MaiA, yang diklaim dapat membantu wisatawan merencanakan perjalanan secara lebih mudah.

Namun demikian, sejumlah pengamat menilai promosi besar-besaran di luar negeri perlu diimbangi dengan pembenahan mendasar di dalam negeri. Persoalan klasik seperti infrastruktur yang belum merata, kebersihan destinasi, pengelolaan sampah, hingga kualitas layanan masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah wisata.

Kritik juga mengemuka terkait fokus pemerintah yang dinilai masih terlalu menitikberatkan pada target kuantitas kunjungan dan potensi transaksi, seperti proyeksi nilai transaksi mencapai 272 ribu dolar AS dan tambahan 725 wisatawan. Padahal, tanpa peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, promosi berisiko tidak berkelanjutan.

Di sisi lain, pembukaan rute penerbangan langsung dari Singapura ke sejumlah kota seperti Semarang, Palembang, Medan, hingga rencana ke Tanjung Pandan dinilai sebagai langkah positif. Namun, kesiapan destinasi dalam menyambut lonjakan wisatawan juga menjadi sorotan.

Partisipasi Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 memang membuka peluang memperluas pasar dan meningkatkan devisa. Akan tetapi, keberhasilan jangka panjang sektor pariwisata sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membenahi kualitas destinasi, bukan sekadar memperkuat promosi di panggung internasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Wisatawan Diduga Buru Penyu di Raja Ampat, Kementerian Pariwisata Minta Semua Pihak Diusut
5 Tempat Wisata di Puncak yang Lagi Viral, Cocok untuk Liburan Keluarga
Pariwisata Indonesia Tumbuh, Devisa Tembus Rp145 Triliun
Menpar Widiyanti Titip Pesan untuk 603 Lulusan Poltekpar NHI Bandung: Kuasai AI!
Lima Bandara Kembali Layani Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Dipantau
Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup, AirNav Perbarui NOTAM Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Budaya Indonesia Bisa Jadi Mesin Ekonomi, Fadli Zon Soroti Film dan Musik Nasional
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, AirNav Perketat Pemantauan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:06 WIB

Wisatawan Diduga Buru Penyu di Raja Ampat, Kementerian Pariwisata Minta Semua Pihak Diusut

Minggu, 13 September 2026 - 08:34 WIB

5 Tempat Wisata di Puncak yang Lagi Viral, Cocok untuk Liburan Keluarga

Jumat, 11 September 2026 - 07:02 WIB

Pariwisata Indonesia Tumbuh, Devisa Tembus Rp145 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 07:38 WIB

Menpar Widiyanti Titip Pesan untuk 603 Lulusan Poltekpar NHI Bandung: Kuasai AI!

Selasa, 8 September 2026 - 14:39 WIB

Lima Bandara Kembali Layani Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Dipantau

Berita Terbaru