JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali memperkuat postur pertahanan maritimnya dengan kehadiran KRI Canopus-936, kapal survei hidro-oseanografi berkemampuan ocean going yang resmi dikukuhkan masuk jajaran armada. Kehadiran kapal ini bukan sekadar penambahan alutsista, tetapi juga investasi strategis untuk memperkuat kemampuan deteksi, pemetaan, dan penguasaan ruang laut nasional.
Prosesi shipnaming, delivery, peresmian, hingga pengukuhan komandan kapal digelar di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, Kamis (12/2). Upacara dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali yang diwakili Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Erwin S. Aldedharma.
KRI Canopus-936 dibangun selama tiga tahun sebagai Kapal BHO (Ocean Going). Dalam tradisi TNI AL, kapal hidro-oseanografi yang diawaki 93 prajurit Jalasena pilihan ini menggunakan nama bintang. “Canopus” dipilih sebagai simbol penunjuk arah bagi para pelaut—sebuah harapan akan kepastian navigasi dan keselamatan di lautan.
Rangkaian acara diawali dengan penyematan nama KRI Canopus-936, dilanjutkan penandatanganan berita acara serah terima kapal dari pihak galangan kepada Pemerintah Indonesia, sebelum resmi diserahkan kepada TNI AL sebagai pengguna operasional. Momen ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas operasi hidrografi dan oseanografi, baik di perairan yurisdiksi nasional maupun perairan internasional.
Dalam upacara commissioning, Erwin secara resmi menyatakan KRI Canopus-936 masuk dalam jajaran TNI AL sekaligus mengukuhkan Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono sebagai komandan kapal. Pengukuhan tersebut menandai kesiapan unsur pimpinan dan seluruh prajurit pengawak untuk segera menjalankan tugas negara.
Amanat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang dibacakan Wakasal menegaskan bahwa pengadaan kapal BHO merupakan bagian dari modernisasi TNI AL. Sebagai aset strategis non-combatant, KRI Canopus-936 memiliki peran krusial dalam meningkatkan maritime domain awareness nasional melalui survei dan pemetaan hidrografi serta oseanografi.
Data yang dihasilkan kapal ini akan menjadi fondasi penting bagi keselamatan pelayaran, operasi pertahanan, hingga pengelolaan ruang laut Indonesia yang kian kompleks. “Semoga kapal ini dapat menjadi tulang punggung survei laut nasional serta berperan sebagai kontributor utama dalam peningkatan keselamatan pelayaran dan penguatan keamanan maritim Indonesia,” ujar Erwin membacakan amanat Menhan.
Sejumlah pejabat dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AL, perwakilan KBRI di Jerman, Angkatan Laut Jerman, serta manajemen galangan turut menghadiri kegiatan tersebut.
Pembangunan KRI Canopus-936 sekaligus menegaskan komitmen TNI AL untuk terus memperkuat postur pertahanan laut, sejalan dengan arahan Kasal Muhammad Ali. Di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya aktivitas maritim di kawasan, kapal ini diharapkan menjadi elemen penting dalam menjaga kedaulatan dan memastikan setiap jengkal perairan NKRI terpetakan dengan presisi.
Penulis : lazir
Editor : ameri






