Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Lintas Balai Percepat Evakuasi Longsor Cisarua

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian PU tangani evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (dok. rentak.id)

Kementerian PU tangani evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (dok. rentak.id)

BANDUNG BARAT – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan dukungan penanganan darurat bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Senin (26/1/2026) pukul 14.00 WIB, sebanyak delapan unit alat berat lintas balai telah dikerahkan dan aktif bekerja di lokasi terdampak untuk mempercepat evakuasi korban serta pembersihan material longsoran.

Di tengah keterbatasan akses dan medan yang sempit, pemanfaatan excavator mini menjadi solusi utama karena dinilai lebih efektif menjangkau titik longsoran. Menteri PU Dody Hanggodo pun menginstruksikan seluruh balai teknis di wilayah Jawa Barat agar tetap siaga dan memberikan dukungan penuh selama proses tanggap darurat berlangsung.

“Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan proses evakuasi oleh Basarnas serta tim SAR gabungan, dengan menyiagakan alat berat dan sarana pendukung lainnya,” ujar Menteri Dody.

Pengerahan alat berat dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas balai di lingkungan Kementerian PU, antara lain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta BBWS Cimanuk Cisanggarung. Selain itu, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat turut mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi bagi para pengungsi.

BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat telah mengerahkan enam unit excavator PC 75 untuk membuka material longsoran dan membantu evakuasi korban. Sementara itu, BBWS Citarum menurunkan satu unit excavator PC 55 mini yang saat ini telah beroperasi di lapangan. Dukungan serupa juga diberikan BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan mengoperasikan satu unit excavator PC 55 mini.

Untuk pengendalian air dan lumpur di area longsor, BBWS Citarum mengerahkan lima unit pompa alcon berkapasitas 16,7 liter per detik. Dari jumlah tersebut, dua unit telah beroperasi dan tiga unit dalam kondisi siaga. Namun, dua pompa yang beroperasi sempat terhenti akibat kemasukan lumpur dan batu sehingga memerlukan perawatan. Sebagai dukungan tambahan, satu unit mobile water tank berkapasitas 5.000 liter tengah dipersiapkan untuk dikirim dari Indramayu.

BBWS Cimanuk Cisanggarung juga memperkuat dukungan dengan mengirimkan dua unit pompa alcon tambahan yang direncanakan mulai beroperasi pada Selasa pagi (27/1/2026). Sementara itu, excavator PC 200 yang sebelumnya dimobilisasi BBWS Citarum terpaksa ditarik kembali ke workshop karena keterbatasan akses menuju titik longsoran. Sebagai pengganti, excavator PC 55 mini dari Indramayu telah dimobilisasi pada Senin (26/1/2026) dan dijadwalkan mulai bekerja efektif pada Selasa pagi.

Di sisi lain, Kementerian PU melalui BPBPK Jawa Barat juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Sejumlah sarana telah dimobilisasi ke lokasi pengungsian, meliputi tiga unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, dua unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, tujuh unit toilet portabel, serta satu unit tenda hunian darurat.

Dengan seluruh sarana dan prasarana yang telah disiagakan, Kementerian PU memfokuskan sumber daya untuk mempercepat pencarian korban dan pembersihan material longsor. Penanganan bencana di Cisarua menghadapi tantangan berat berupa medan terjal dan lumpur tebal, sehingga optimalisasi penggunaan excavator mini menjadi kunci dalam mendukung operasi evakuasi di lapangan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru