KUALANAMU — Jakarta Garuda Jaya akhirnya bernapas lega. Di tengah tekanan laga tandang dan sorakan publik tuan rumah, tim muda ibu kota itu menunjukkan mental baja dengan menundukkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi 3-1 pada lanjutan Proliga 2026. Kemenangan di GOR Voli Indoor Sport Center, Kualanamu, Kamis (15/1/2026), terasa lebih dari sekadar tiga poin—ini adalah penanda kebangkitan.
Sejak set pembuka, Garuda Jaya tampil penuh keyakinan. Servis agresif dan tempo cepat langsung menekan Falcons yang tampak kesulitan keluar dari tekanan. Set pertama pun diamankan Garuda Jaya dengan skor 25-22, membuka jalan bagi laga yang sarat emosi dan tensi tinggi.
Medan Falcons tak tinggal diam. Dukungan penonton seolah menjadi energi tambahan bagi tuan rumah untuk bangkit di set kedua. Pertahanan yang lebih rapat dan serangan balik yang efektif membuat Falcons menyamakan kedudukan 1-1 setelah menang 25-23. Asa tuan rumah pun sempat membumbung tinggi.
Namun, Garuda Jaya menolak larut dalam tekanan. Konsistensi dan kedewasaan bermain menjadi pembeda di dua set berikutnya. Penyelesaian akhir yang lebih efektif serta fokus menjaga keunggulan membuat Garuda Jaya kembali mengendalikan laga, menutup set ketiga 25-20 dan set keempat 25-23.
Di balik kemenangan ini, nama Dawuda Alaihimassalam bersinar terang. Ia menjadi motor serangan dengan torehan 19 poin, disokong Bagas Wijanarko yang mencetak 16 poin dan M Haikal Hidayatullah dengan 15 poin. Kolaborasi mereka menjadi kunci yang perlahan meruntuhkan perlawanan Falcons.
Dari kubu Medan Falcons, Fahri Septian Putratama tampil sebagai penyumbang angka terbanyak dengan 15 poin, disusul Luvi Febrian yang menambah 11 poin. Sayangnya, kontribusi itu belum cukup untuk membalikkan keadaan dan menghentikan laju Garuda Jaya.
Hasil ini menjadi kemenangan perdana Jakarta Garuda Jaya di Proliga 2026, setelah sebelumnya harus menelan kekalahan di seri Pontianak kontra Jakarta Lavani Livin Transmedia. Sebaliknya, Medan Falcons kembali harus menelan kekecewaan, setelah di laga pembuka juga takluk dari Jakarta Bhayangkara Presisi.
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menyebut tekanan servis sebagai senjata utama timnya. “Servis kami banyak menghasilkan poin dan merusak penerimaan lawan. Anak-anak juga mampu bangkit setelah kehilangan set kedua. Ini kemenangan yang penting untuk kepercayaan diri,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Medan Falcons, Ariyanto Joko Sutrisno, tak menutup mata atas kekurangan timnya. “Masalahnya masih sama, terutama di pertahanan dan servis. Kesalahan-kesalahan itu membuat kami sulit membangun serangan balik. Ini jadi pekerjaan rumah kami ke depan,” katanya dengan nada reflektif.
Penulis : Guntar
Editor : Gunawan Tarigan













