Wamen P2MI Tinjau LPK dan Kampus Pariwisata di Yogyakarta, Perkuat Suplai Pekerja Migran Hospitality

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen P2MI Christina Aryani meninjau LPK Duta Persada, LPK Putri Kedaton (dok. rentak.id)

Wamen P2MI Christina Aryani meninjau LPK Duta Persada, LPK Putri Kedaton (dok. rentak.id)

YOGYAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani meninjau Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Duta Persada, LPK Putri Kedaton, serta Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Senin (12/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Kementerian P2MI untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja migran, khususnya di sektor hospitality yang selama ini memiliki permintaan tinggi di pasar kerja internasional.

Menurut Christina, sektor hospitality menjadi salah satu sektor dengan kebutuhan tenaga kerja besar, namun belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI).

“Entah karena suplainya, atau mungkin ketidaksesuaian kompetensi dengan kriteria yang dibutuhkan pemberi kerja dan lain-lain,” ujar Christina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Karena tingginya permintaan dan belum terpenuhinya kebutuhan tersebut, lanjut Christina, Kementerian P2MI perlu turun langsung memastikan potensi lembaga pendidikan dan LPK yang dapat menjadi sumber suplai tenaga kerja migran.

Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pekerja migran ini tidak ditujukan bagi lulusan baru, mengingat banyak negara tujuan mensyaratkan adanya pengalaman kerja. Oleh karena itu, penempatan diarahkan berbasis pada alumni yang telah memiliki kompetensi dan rekam jejak kerja.

Dalam kunjungannya ke dua LPK dan Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta, Wamen P2MI turut berdiskusi mengenai rencana sinergi yang diarahkan pada penguatan jejaring antara lembaga pendidikan, LPK, dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

“Ke depan, ekosistem penempatan yang lebih terhubung perlu terus dibangun, mulai dari lembaga pendidikan dan LPK, lembaga sertifikasi hingga P3MI, agar suplai tenaga kerja migran benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” pungkas Christina.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru