Revitalisasi SLB YPPC Banda Aceh Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Berkebutuhan Khusus

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Revitalisasi pendidikan, sekolah luar biasa, SLB YPPC Banda Aceh (dok. rentak.id)

Revitalisasi pendidikan, sekolah luar biasa, SLB YPPC Banda Aceh (dok. rentak.id)

BANDA ACEH – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membawa angin segar bagi layanan pendidikan khusus di Banda Aceh.

Salah satu sekolah penerima manfaat, SLB YPPC Banda Aceh, kini tengah menjalani pembangunan dengan progres yang telah mencapai lebih dari 60 persen.

Sekolah yang berdiri sejak 1998 ini menjadi tempat belajar bagi anak-anak dengan berbagai ketunaan, khususnya hambatan intelektual (tuna grahita).

Selain pembelajaran umum, sekolah ini juga membekali siswa dengan beragam keterampilan seperti tata boga, menjahit, dan kerajinan tangan. Hasil karya mereka pun cukup beragam, mulai dari roti manis hingga sarung bantal dan aneka produk seni sederhana.

Program revitalisasi mencakup pembangunan ruang administrasi, toilet, UKS, perpustakaan, ruang keterampilan basah, dan ruang pembelajaran khusus. Pembangunan ini diharapkan dapat memusatkan seluruh kegiatan belajar di satu lokasi.

Sebelumnya, proses belajar masih terbagi di dua tempat — antara bangunan lama milik pemerintah daerah dan bangunan baru di atas lahan yayasan. Kondisi ini membuat ruang belajar terbatas dan hanya sebagian siswa yang bisa menikmati fasilitas baru.

“Dulu di sini rawa, airnya keluar terus waktu digali. Kami sampai menanam cerucuk kayu agar tanah bisa kokoh dijadikan fondasi. Sekarang alhamdulillah, anak-anak bisa belajar di tempat yang lebih aman dan nyaman,” tutur Kasidah, Kepala SLB YPPC Banda Aceh, Senin (27/10/2025).

Sementara itu, Lenayanti, Pengawas SLB Banda Aceh, mengapresiasi semangat guru dan siswa yang tetap konsisten memberikan layanan terbaik meski sarana masih terbatas. “Saya membina lima SLB, dan dua di antaranya mendapat program revitalisasi tahun ini. Salah satunya YPPC yang sejak lama berjuang di lahan sempit. Dengan bangunan baru, motivasi guru dan anak-anak meningkat karena punya ruang belajar yang layak,” ujarnya.

Guru seni rupa, Rona Nelvia, menambahkan bahwa keterbatasan ruang selama ini membuat proses belajar harus disekat-sekat dalam satu kelas. “Kalau revitalisasi selesai, kami bisa mengajar per kelas sesuai kebutuhan anak. Anak-anak yang punya bakat seni bisa lebih bebas berekspresi,” katanya.
Menurutnya, siswa dengan hambatan intelektual pun memiliki potensi luar biasa di bidang seni. “Kalau diarahkan dengan sabar, mereka cepat tangkap. Semangat mereka besar sekali,” tambah Rona.

Salah satu murid kelas 7, Rahmat Hidayat Nasution, turut menyampaikan harapannya. “Senang, semoga sekolahnya lebih nyaman dan luas,” ucapnya dengan wajah antusias sambil melukis.

Kasidah menegaskan bahwa program revitalisasi ini tidak hanya membawa manfaat bagi sekolah, tetapi juga memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar. “Selain membuka lapangan kerja selama proses pembangunan, kehadiran gedung baru ini juga mendorong warga sekitar mulai membangun usaha,” ujarnya.

Revitalisasi SLB YPPC Banda Aceh dilaksanakan melalui Program Bantuan Pemerintah Tahun 2025 dengan nilai bantuan sebesar Rp473.942.698,62, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025. Pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru