KAI Services Latih Petugas Keamanan Hadapi Kasus Pelecehan Seksual di Transportasi Publik

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual di transportasi publik, PT KAI Services menggelar pembinaan bagi satuan keamanan Wilayah 1.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Senin (8/9), dengan fokus pada pemahaman Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan tindak pidana pelecehan seksual.

Sebanyak 100 personel satuan keamanan mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh tim dari Unit ROS Kantor Pusat. Materi yang diberikan mencakup pemahaman Undang-undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta pengenalan berbagai bentuk pelecehan seksual, baik verbal seperti siulan hingga kontak fisik yang melanggar batas.

Tak hanya teori, peserta juga dibekali panduan teknis menghadapi kasus di lapangan. Termasuk cara mendekati korban, menjaga stabilitas psikologis korban, memberikan validasi dan dukungan, hingga menjalankan prosedur pelaporan yang tepat.

Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menekankan bahwa pembekalan ini penting untuk meningkatkan profesionalitas petugas keamanan dalam menangani kasus sensitif seperti pelecehan seksual.

“Untuk mengantisipasi kejadian pelecehan seksual di kereta, kami membekali satuan keamanan dengan SOP sebagai panduan penanganan. Harapannya, mereka tidak panik dan dapat menguasai keadaan ketika menghadapi kasus di lapangan,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya.

Pembinaan ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 September 2025. Pada hari pertama, peserta berasal dari satuan keamanan stasioner Wilayah 1, yang bertugas di Stasiun Bogor hingga Stasiun Duren Kalibata, serta personel dari Dipo KRL Depok dan Dipo KRL Bogor.

KAI Services menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan transportasi yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual bagi seluruh pengguna jasa.(****)

 

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar
Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23
Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah
Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak
DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan
Puluhan Jam Menyusuri Sungai, Jalan Darat Mahakam Ulu Buka Harapan Baru
AirNav Indonesia dan Telkom University Kembangkan AI untuk Navigasi Penerbangan
Bukan Cuma Sepeda Motor, Kendaraan Roda Tiga Dinilai Punya Masa Depan di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:51 WIB

DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan

Berita Terbaru