Harga Beras Medium Mulai Turun, Penyaluran Beras SPHP BULOG Tembus 8 Ribu Ton

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani  diampingi  Pemimpin Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Bambang Prihatmoko kunjungi  Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta.  (foto. lazir/rentak.id)

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani diampingi Pemimpin Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Bambang Prihatmoko kunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta. (foto. lazir/rentak.id)

JAKARTA – Upaya Perum BULOG dalam menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai menunjukkan hasil nyata. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga beras medium turun di 196 kabupaten/kota pada minggu ketiga Agustus 2025, setelah BULOG menyalurkan lebih dari 8 ribu ton beras SPHP hanya dalam satu hari, 25 Agustus 2025.

Penurunan harga ini terlihat dari rata-rata harga beras medium yang bergerak turun dari Rp14.332/kg pada minggu kedua Agustus menjadi Rp14.239/kg pada minggu ketiga. Sepanjang 2025, BULOG telah menyalurkan lebih dari 259 ribu ton beras SPHP ke berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen BULOG dalam memperkuat distribusi beras agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

“Dengan stok yang cukup dan distribusi yang masif, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Penurunan harga di hampir dua ratus kabupaten/kota membuktikan langkah stabilisasi pangan berjalan efektif,” ujar Rizal.

Penyaluran dilakukan melalui jaringan luas, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern, koperasi desa, outlet pangan binaan, hingga Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah. BULOG juga menggandeng BUMN pangan seperti ID FOOD, PT Pos Indonesia, PTPN, dan Pupuk Indonesia Holding Company, serta lembaga pemerintah, TNI/Polri, hingga Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian.

Selain menjaga stabilitas harga, BULOG memastikan kualitas beras SPHP sesuai standar dan merata di seluruh wilayah. Kerja sama dengan Bapanas, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan mitra distribusi diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Perum BULOG menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia pangan strategis, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengendalian harga beras sebagai kebutuhan pokok utama.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru