Kemendag Fasilitasi 150 Pertemuan Bisnis Industri Gim Indonesia di Gamescom 2025

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Hingga hari kedua keikutsertaan Indonesia pada ajang Gamescom 2025 di Koelnmesse, Köln, Jerman, Kementerian Perdagangan RI telah memfasilitasi 150 pertemuan bisnis (business matching) antara 10 pelaku industri gim nasional dengan para buyer, pengembang, dan penerbit gim dari berbagai negara. Pertemuan berlangsung pada 20—22 Agustus 2025.

Negara yang menjadi mitra pertemuan bisnis tersebut antara lain Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, Prancis, hingga Singapura.

“Pertemuan bisnis ini bertujuan untuk memperbesar peluang kolaborasi, memperluas jejaring bisnis, serta memperbesar potensi kerja sama pelaku industri gim Indonesia di pasar global,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dalam keterangan terpisah di Jakarta, Jumat (22/8).

Puntodewi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung ekspansi industri gim Tanah Air ke pasar global. Partisipasi dalam Gamescom 2025 disebut menjadi bagian dari strategi tersebut.

“Kemendag berkomitmen, partisipasi dalam pameran internasional perlu diikuti tindak lanjut berupa peluang kerja sama konkret. Temu bisnis dalam Gamescom 2025 menjadi upaya memastikan tindak lanjut ini, sehingga pelaku industri gim Indonesia lebih mudah bertemu dan berinteraksi dengan mitra potensial,” katanya.

Kemendag memanfaatkan aplikasi business matching MeetToMatch untuk mempertemukan para pelaku industri gim nasional dengan penerbit, distributor, investor, dan mitra global. Pertemuan terjadwal ini memungkinkan presentasi produk, diskusi, dan pembangunan jejaring bisnis yang lebih terarah.

Sejumlah kesepakatan awal kini dalam tahap penjajakan, seperti kerja sama penerbitan gim dengan perusahaan asal Amerika Serikat, peluang distribusi dengan mitra di Korea Selatan dan Belanda, serta potensi investasi dari Prancis.

Business Development Director Agate, Vincentius Hening, menilai ajang ini membuka peluang kolaborasi baru. “Selain bertemu calon buyer dan mitra, kami melihat industri gim global mulai pulih. Ada beberapa penerbit dari Tiongkok, Inggris, hingga Amerika Serikat yang menyatakan ketertarikan pada produk dan jasa kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pendiri SLAB Games, Hermanto, yang menekankan pentingnya interaksi tatap muka. “Interaksi langsung memberi pengalaman berharga. Melihat ekspresi calon mitra ketika mencoba gim kami, itu tidak tergantikan,” katanya.

Selain Agate dan SLAB Games, delapan pelaku industri lain yang tampil di Gamescom 2025 adalah Separuh Interactive, Digital Happiness, Busy Beaver Studio, Gambir Studio, Lapakgaming, Kumagema, Rizero Studios, dan GU-Studio.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, yang hadir langsung di Gamescom 2025 menambahkan bahwa partisipasi ini bukan hanya sarana promosi, tetapi juga benchmarking. “Dari sini, pelaku usaha dapat memahami tren global, kebutuhan pasar, serta standar kualitas internasional,” ujarnya.

Atase Perdagangan RI Berlin, Febi Adrian, menilai Gamescom berperan membangun reputasi industri gim nasional. “Bukan hanya soal transaksi, tetapi juga membangun reputasi Indonesia sebagai mitra bisnis tepercaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala ITPC Hamburg, Faried Wirawan Rachman, menyebut Gamescom sebagai pintu masuk pasar global. “Gamescom Jerman adalah entry point bagi industri gim Indonesia untuk terhubung lebih luas dalam rantai pasok global,” katanya.

Menurut data Euromonitor International, ekspor jasa game developer, animation, dan digital contents services Indonesia (ISIC 71 dan 9211) mencapai USD 1,33 miliar pada 2024, dengan tren peningkatan 8,54 persen sepanjang periode 2018—2024.(***)

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif
TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026
Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya
KAI Daop 1 Peringati Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Gambir
Manfaat Talas untuk Penderita Diabetes, Bisa Jadi Pengganti Nasi yang Lebih Aman
Waspada! HP Panas dan Baterai Boros Bisa Jadi Tanda Saldo Dikuras APK Jahat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 4 September 2026 - 21:41 WIB

Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru