Menko AHY Dorong Sinergi Transmigrasi dan Industri di Sumba Timur untuk Perkuat Ekonomi Nasional

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (dok. rentak.id)

AHY saat kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (dok. rentak.id)

SUMBA TIMUR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar guna memperkuat sinergi kawasan transmigrasi dengan dunia industri.

Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman, Selasa (19/8/2025).

Menurut Menko AHY, integrasi transmigrasi dengan industri memiliki potensi besar dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu contoh adalah kehadiran PT Muria Sumba Manis (MSM) yang bergerak di bidang perkebunan tebu dan industri gula.

“Transmigrasi punya lahan dan tenaga kerja, sementara industri hadir dengan modal, teknologi, dan sebagai off-taker hasil produksi. Sinergi ini harus kita dukung dengan infrastruktur yang memadai agar kawasan transmigrasi bisa tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru,” ujar AHY.

Ia menilai keberadaan industri gula dan bioenergi di Sumba Timur dapat menjadi model nasional. Selain mendukung kebutuhan gula, kawasan tersebut juga berpotensi menghasilkan bioetanol serta energi listrik hingga 22 megawatt, sebagian di antaranya bisa disalurkan ke masyarakat melalui kerja sama dengan PLN.

Untuk menjaga keberlanjutan proyek, AHY menegaskan perlunya kepastian lahan, infrastruktur jalan, serta pengembangan pelabuhan. “Lahan harus clean and clear, jalan lebih memadai agar mobilitas cepat, dan pelabuhan dibangun agar logistik efisien dan kompetitif,” jelasnya.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman menambahkan, pengembangan kawasan transmigrasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas kementerian dan sektor. Ia menegaskan arah pembangunan transmigrasi saat ini bukan hanya perpindahan penduduk, tetapi bagian dari industrialisasi di luar Jawa dengan melibatkan transmigran dan masyarakat lokal.

“Kawasan Transmigrasi Melolo memiliki potensi besar sebagai pilot project. Integrasi transmigrasi dengan industri dapat membuka lapangan kerja dan mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Menko AHY juga menekankan bahwa integrasi transmigrasi dan industri dapat membantu mengurangi kemiskinan ekstrem sekaligus menekan ketimpangan. “Ini bukan hal abstrak, melainkan konkret. Kawasan ini sudah menunjukkan perkembangan nyata,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru