Hetifah Dukung Uji Terap PJJ untuk Anak Terpinggirkan, Minta Pemerataan Akses Internet dan Perhatian Psikologis Siswa

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (dok.dpr)

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (dok.dpr)

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi langkah pemerintah meluncurkan Uji Terap Penyelenggaraan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah yang digelar di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta.

Program ini diharapkan mampu menjawab ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak Indonesia yang terpinggirkan akibat keterbatasan ekonomi, geografis, maupun sosial.

“Uji terap PJJ ini memiliki arti yang sangat penting. Melalui kegiatan ini saya berharap akan diperoleh data dan temuan empiris yang dapat digunakan sebagai landasan kebijakan nasional dalam menyiapkan sistem PJJ yang terstruktur, berkualitas, dan berkelanjutan di masa depan,” kata Hetifah, Minggu (10/8/2025).

Hetifah menyoroti masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia yang mencapai 3.985.778 jiwa. Dari jumlah itu, 19,2% berasal dari kelompok usia 16–18 tahun. Penyebab utama anak tidak bersekolah adalah tidak mampu membayar biaya pendidikan (25,2%) dan harus bekerja atau mencari nafkah (21,54%).

Ia menegaskan, pelaksanaan PJJ harus memperhatikan aspek psikologis siswa. Kerja sama erat antara guru dan orang tua diperlukan untuk memitigasi risiko stres atau penurunan disiplin belajar. Pemerintah juga diminta menjamin pemerataan akses internet dan ketersediaan perangkat digital, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Selain itu, perlu alokasi anggaran khusus untuk pelatihan guru dan pengelola PJJ agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.

Uji terap PJJ ini akan menggunakan modul belajar mandiri interdisipliner sesuai konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang dikembangkan Kemendikdasmen. Sistem pembelajaran akan terintegrasi dengan fitur Ruang Murid di Platform Rumah Pendidikan, dengan pendampingan penjaminan mutu dari SEAMOLEC dan Universitas Terbuka.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru