JAKARTA – Kesehatan reproduksi adalah hak setiap individu, tak terkecuali bagi remaja penyandang disabilitas yang kerap menghadapi tantangan ganda: risiko kekerasan seksual dan keterbatasan akses informasi.
Untuk itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo melalui Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Kelompok Berisiko Tinggi, Selasa (22/07/2025), di Meeting Room Bappeda Litbang, Kabupaten Bone Bolango.
Sebanyak 25 remaja penyandang disabilitas mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Diano Tino Tandaju, Kepala Dinas P3PAKB Kabupaten Bone Bolango, Udin Kuku, serta perwakilan Forum GenRe Gorontalo.
Dalam sambutannya, Diano memaparkan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 yang menunjukkan jumlah penyandang disabilitas di Gorontalo mencapai 24.344 jiwa. Dari angka tersebut, lebih dari separuh tidak memiliki ijazah sekolah dasar, baik laki-laki (52,83%) maupun perempuan (50,92%).
“Rendahnya pendidikan dan keterbatasan ekonomi tentu berdampak pada minimnya akses informasi, termasuk kesehatan reproduksi. Padahal mereka juga berhak mengetahui dan melindungi tubuhnya dari potensi kekerasan atau pelecehan seksual,” tegas Diano.
Sekitar 17,04 persen dari total penyandang disabilitas di provinsi ini juga masuk kategori miskin. Kondisi ini semakin mempersempit ruang mereka untuk mengakses informasi penting terkait tubuh dan kesehatan reproduksi.
Kegiatan pembinaan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja disabilitas terhadap tubuh mereka, pentingnya menjaga kebersihan diri, membangun sikap bijak dalam pergaulan, serta menumbuhkan kepercayaan diri dan kesadaran perlindungan diri.
“Kami juga mengajak semua pihak—orang tua, guru, tenaga kesehatan, hingga masyarakat—untuk turut serta mendampingi tumbuh kembang remaja disabilitas secara menyeluruh,” lanjut Diano dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2025.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BKKBN akan menyalurkan Alat Permainan Edukatif (APE) yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas. Media ini diharapkan mampu menyampaikan informasi kesehatan reproduksi secara interaktif, mudah dipahami, dan menyenangkan.
Kepala Dinas P3PAKB Kabupaten Bone Bolango, Udin Kuku, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya inklusi.
“Penyandang disabilitas harus mendapat kesempatan yang setara dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka. Kami siap berkolaborasi mendorong kemandirian mereka melalui edukasi dan pendampingan,” ujar Udin.
Menutup sambutannya, Diano menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal menuju Gorontalo yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.
“Mari kita jadikan ini momentum untuk mewujudkan keadilan akses, terutama dalam pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi seluruh remaja, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













