Kawasan Borobudur Ditata Ulang, Presiden Macron dan Istri Terkesan dengan Budaya Indonesia

- Penulis

Minggu, 1 Juni 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Candi Borobudur setelah ditata (dok. pu)

Candi Borobudur setelah ditata (dok. pu)

JAKARTA – Candi Borobudur kembali menjadi sorotan dunia. Pada Kamis (29/5/2025), Presiden RI Prabowo Subianto mendampingi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron mengunjungi situs warisan budaya dunia itu di Magelang, Jawa Tengah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian lawatan kenegaraan Macron ke Indonesia, sekaligus momentum memperkenalkan wajah baru Borobudur sebagai destinasi wisata kelas dunia yang terus dibenahi.

“Ini bukan hanya kunjungan wisata. Ini adalah panggung untuk menunjukkan ketinggian peradaban dan budaya bangsa Indonesia kepada dunia,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggoro, yang telah lebih dahulu meninjau kesiapan infrastruktur di kawasan candi.

Ia memastikan bahwa seluruh fasilitas penunjang, mulai dari akses jalan hingga area pedestrian, siap menyambut tamu negara.

Kawasan Candi Borobudur sendiri merupakan salah satu dari lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang masuk prioritas penataan pemerintah. Proyek revitalisasi dilakukan dalam dua tahap besar.

Tahap 1 (2020–2021): Pemerintah membangun sejumlah infrastruktur ikonik, seperti Gerbang Palbapang (gerbang singa), Gerbang Blondo (kalpataru), Gerbang Klangon (samudra raksa), serta Community Center Kembanglimus. Selain itu, fasilitas utama seperti Plaza Borobudur, akses budaya, serta jalan lingkungan di Bojong dan Wanurejo turut dibenahi.

Kebutuhan dasar masyarakat juga diperhatikan. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 30 liter per detik telah dibangun untuk melayani 12 desa sekitar Borobudur. Tak hanya itu, 12 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) juga hadir untuk meningkatkan manajemen kebersihan di kawasan tersebut.

Tahap 2 (2023–2024): Fokus penataan bergeser pada penguatan identitas budaya lokal. Pemerintah membangun Kampung Seni Borobudur yang dilengkapi 1.943 kios untuk relokasi pedagang dari area dalam candi. Kompleks ini juga dilengkapi museum seni, pendopo, amphiteater, ruang terbuka hijau, hingga lapangan olahraga. Semuanya dirancang untuk memperkaya pengalaman wisata sekaligus menjaga kesakralan kawasan candi.

“Dengan hadirnya Kampung Seni ini, kami ingin mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat lokal, dari pedagang, perajin hingga seniman,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Kuswara. Ia menegaskan bahwa penataan ini tak hanya soal estetika, tapi juga strategi jangka panjang untuk pelestarian candi dan pemberdayaan UMKM.

Kunjungan Presiden Macron menjadi bukti bahwa diplomasi budaya dapat berjalan seiring pembangunan. Dan Borobudur, sekali lagi, berdiri megah sebagai jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

WIDY HILODAYS Jalin Kemitraan dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Pariwisata Danau Toba Kian Mendunia
Danau Toba Tak Boleh Redup, Pelaku Wisata Sumut Siapkan Langkah Nyata
Korsel Ralat Travel Advisory Bali, Pemerintah Perkuat Keamanan Destinasi Wisata
Gencar Promosi di NATAS 2026, Kemenpar Dikritik Belum Maksimal Benahi Kualitas Destinasi
Pariwisata Dihantam Krisis Global, Pemerintah Putar Strategi Besar 2026
Dorong JAL Tambah Penerbangan, Kemenpar Klaim Tren Positif, Namun Konektivitas Masih Tertinggal
KKP Berduka, Deden Maulana Pulang Terakhir dari Misi Pengawasan Laut
Menpora Erick Gandeng Menpar Widiyanti: Saat Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Bersatu Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:55 WIB

WIDY HILODAYS Jalin Kemitraan dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Pariwisata Danau Toba Kian Mendunia

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Danau Toba Tak Boleh Redup, Pelaku Wisata Sumut Siapkan Langkah Nyata

Rabu, 15 April 2026 - 05:30 WIB

Korsel Ralat Travel Advisory Bali, Pemerintah Perkuat Keamanan Destinasi Wisata

Kamis, 2 April 2026 - 10:23 WIB

Gencar Promosi di NATAS 2026, Kemenpar Dikritik Belum Maksimal Benahi Kualitas Destinasi

Kamis, 2 April 2026 - 05:01 WIB

Pariwisata Dihantam Krisis Global, Pemerintah Putar Strategi Besar 2026

Berita Terbaru