PB Al Washliyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025, Ini Penjelasannya

- Penulis

Rabu, 26 Februari 2025 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Kepri Amati Hilal Awal Syawal di Tanjung Setumu. (dok. kemenag kepri)

Ilustrasi Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Kepri Amati Hilal Awal Syawal di Tanjung Setumu. (dok. kemenag kepri)

JAKARTA – Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) melalui Lembaga Hisab dan Rukyah resmi menetapkan awal Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu (Pahing), 1 Maret 2025.

Penetapan ini merupakan hasil rapat bersama yang melibatkan PB Al Washliyah, Dewan Pertimbangan, Dewan Fatwa, serta Lembaga Hisab dan Rukyah PB Al Washliyah pada 23 Februari 2025 atau bertepatan dengan 24 Sya’ban 1446 H.

Keputusan tersebut didasarkan pada perhitungan astronomi (ilmu hisab) yang menunjukkan bahwa ijtimak awal Ramadan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 07.44 WIB.

Ketua Lembaga Hisab dan Rukyah PB Al Washliyah, Dr. KH. Arso, SH, M.Ag, menjelaskan, bahwa pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia pada hari ijtimak, posisi hilal sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian minimum 3° 19’ 19.30” (di Jayapura) hingga maksimum 4° 24’ 24.09” (di Lhok Nga, Banda Aceh).

Dengan demikian, posisi hilal telah memenuhi kriteria imkan rukyah yang disepakati oleh negara-negara MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia, dan Singapura), yakni ketinggian minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°.

“Meskipun posisi hilal sudah memenuhi kriteria imkan rukyah, kemungkinan untuk terlihat secara langsung tetap kecil. Namun, jika hilal tidak berhasil dirukyat, penetapan 1 Ramadan tetap dapat dilakukan karena sudah memenuhi syarat berdasarkan metode hisab,” jelas KH. Arso.

PB Al Washliyah juga merekomendasikan kepada pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama RI, agar mempertimbangkan hasil rukyah yang akan dilakukan pada Jumat, 28 Februari 2025 di berbagai titik di Indonesia.

Jika hilal tidak terlihat, PB Al Washliyah mengusulkan agar sidang isbat tetap menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, guna menjaga kebersamaan dan keharmonisan umat Islam.

Keputusan ini telah disampaikan secara resmi oleh PB Al Washliyah kepada Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.

Sementara itu, untuk penetapan 1 Syawal 1446 H, PB Al Washliyah akan menggelar rapat pada 27 Ramadan mendatang. ***

 

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz
Kemenag Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Perlindungan Anak di Pesantren dan Madrasah dari Berbagai Bentuk Kekerasan
Dompet Dhuafa Gelar Program BesTeam “Belanja Ceria Tebar Bahagia” Bersama 120 Anak Yatim di Jakarta Pusat

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah

Berita Terbaru