Wamenkeu Thomas Djiwandono Gunakan AI untuk Ubah Presentasi ke Bahasa Indonesia

- Penulis

Selasa, 18 Februari 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, (sumber foto : sawitku.id)

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, (sumber foto : sawitku.id)

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi pembicara dalam acara Katadata IDE 2025 yang digelar di Jakarta. Awalnya, ia berniat menyampaikan presentasinya dalam bahasa Inggris. (18 Februari 2025)

Namun, setelah melihat mayoritas peserta menggunakan bahasa Indonesia, ia segera memutuskan untuk mengubahnya dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

“Tadinya saya pakai bahasa Inggris, tapi kalau mayoritas audiens orang Indonesia, ya sebaiknya pakai bahasa Indonesia juga. Jadi saya minta tim saya mengganti seluruh presentasi dan keynote speech. Itu pakai apa, Pak Bob? ChatGPT atau Deepseek? Saya kurang tahu,” ujar Thomas.

Dalam kesempatan tersebut, Thomas memaparkan berbagai program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama kebijakan meliputi pengembangan sumber daya manusia, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas pertahanan dan keamanan.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan, memperkuat sekolah unggulan, serta memperbaiki layanan kesehatan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata, pemerintah juga mengintegrasikan berbagai program perlindungan sosial, memperluas akses perumahan terjangkau, serta memberdayakan petani dan nelayan. Selain itu, ketahanan pangan dan energi tetap menjadi prioritas dengan pemberian insentif untuk mendorong swasembada pangan dan pengembangan energi terbarukan.

“Stabilitas pertahanan dan keamanan juga terus diperkuat. Kita dukung Minimum Essential Force, industri strategis nasional, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Semua ini bertujuan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: money.kompas.com

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru