JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi pembicara dalam acara Katadata IDE 2025 yang digelar di Jakarta. Awalnya, ia berniat menyampaikan presentasinya dalam bahasa Inggris. (18 Februari 2025)
Namun, setelah melihat mayoritas peserta menggunakan bahasa Indonesia, ia segera memutuskan untuk mengubahnya dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
“Tadinya saya pakai bahasa Inggris, tapi kalau mayoritas audiens orang Indonesia, ya sebaiknya pakai bahasa Indonesia juga. Jadi saya minta tim saya mengganti seluruh presentasi dan keynote speech. Itu pakai apa, Pak Bob? ChatGPT atau Deepseek? Saya kurang tahu,” ujar Thomas.
Dalam kesempatan tersebut, Thomas memaparkan berbagai program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan daya saing nasional dan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama kebijakan meliputi pengembangan sumber daya manusia, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas pertahanan dan keamanan.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan, memperkuat sekolah unggulan, serta memperbaiki layanan kesehatan. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata, pemerintah juga mengintegrasikan berbagai program perlindungan sosial, memperluas akses perumahan terjangkau, serta memberdayakan petani dan nelayan. Selain itu, ketahanan pangan dan energi tetap menjadi prioritas dengan pemberian insentif untuk mendorong swasembada pangan dan pengembangan energi terbarukan.
“Stabilitas pertahanan dan keamanan juga terus diperkuat. Kita dukung Minimum Essential Force, industri strategis nasional, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Semua ini bertujuan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Rahmat Kurnia Lubis
Editor : Erka
Sumber Berita: money.kompas.com






