Negara Hadir! Kementerian P2MI Fasilitasi Kepulangan Pekerja Migran Sakit dari Riyadh

- Penulis

Sabtu, 8 Februari 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian P2MI saat jemput  kepulangan Pekerja Migran Sakit dari Riyadh di Bandara Soetta. (dok. p2mi)

Kementerian P2MI saat jemput kepulangan Pekerja Migran Sakit dari Riyadh di Bandara Soetta. (dok. p2mi)

TANGERANG –  Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), negara memfasilitasi kepulangan Abdul Rahman Dian Hur, seorang pekerja migran yang mengalami kecelakaan kerja di Riyadh, Arab Saudi.

Abdul Rahman, yang berangkat secara prosedural melalui PT Abul Pratama Jaya, bekerja sebagai teknisi perawatan pesawat di Bandara Riyadh sejak Februari 2024.

Namun, musibah menimpanya saat bekerja, menyebabkan dirinya koma selama dua minggu di RS King Suud Medical City Riyadh. Setelah menjalani perawatan intensif, kondisinya membaik dan akhirnya bisa kembali ke tanah air.

Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Abdul Rahman didampingi oleh adiknya, Anggi, yang diberangkatkan oleh perusahaan penempatannya.

Kedatangannya langsung disambut oleh jajaran Kementerian P2MI yang memastikan segala proses kepulangan berjalan lancar.

“Hari ini, kami menerima kepulangan seorang Pekerja Migran yang menjadi contoh keberangkatan prosedural dan mendapatkan perlindungan penuh dari negara,” ujar Moh. Fachri, Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian P2MI.

Senada dengan Fachri, Direktur Jenderal Pelindungan, Rinardi, menegaskan bahwa kepulangan Abdul Rahman merupakan hasil koordinasi erat antara pemerintah Indonesia, pemerintah Arab Saudi, dan perusahaan penempatan di kedua negara.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan Pak Rahman mendapat perawatan lanjutan di RS Polri. Saat ini kondisinya sudah cukup baik, kemungkinan hanya perlu rawat jalan hingga pulih sepenuhnya,” kata Rinardi.

Lebih lanjut, Rinardi mengapresiasi Abdul Rahman yang telah bekerja secara prosedural di sektor formal.

“Gajinya selama bekerja di Riyadh berkisar antara 5.000–7.000 riyal. Bahkan, selama sakit, perusahaan tetap membayar gajinya dan memberikan pesangon satu bulan gaji. Ini menjadi bukti bahwa pekerja yang berangkat secara resmi memiliki perlindungan yang baik,” jelasnya.

Rinardi pun berharap Abdul Rahman segera pulih agar bisa kembali bekerja jika memungkinkan.

“Yang juga patut diapresiasi, gaji yang diperoleh selama bekerja selalu dikirimkan ke istrinya di Indonesia untuk dikelola dengan baik. Ini contoh pekerja migran yang tidak hanya profesional tetapi juga bertanggung jawab terhadap keluarganya,” tutupnya.

Kepulangan Abdul Rahman menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam dalam melindungi para pekerja migran.

Keberangkatan yang prosedural memastikan hak dan perlindungan mereka tetap terjaga, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun. ***

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru