P2MI Kecam Penembakan PMI di Malaysia, Desak Pengusutan Tuntas oleh APMM

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengecam keras tindakan penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia, yang menyebabkan seorang PMI tewas, satu dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya terluka.

“Kami atas nama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang PMI, korban penembakan oleh otoritas Maritim Malaysia. Kami juga mendoakan agar empat PMI lainnya yang saat ini dirawat segera pulih,” ujar Wamen Christina di kantor P2MI, Minggu (26/1/2025)

Insiden ini terjadi pada Jumat (24/1/2025) dini hari, saat patroli APMM mendapati kapal berisi lima PMI melintas di perairan Tanjung Rhu sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Akibat tindakan tersebut, satu PMI meninggal dunia, satu dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya dirawat di beberapa rumah sakit di Selangor, Malaysia.

Kementerian P2MI mengecam keras penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh APMM.

“Tindakan ini tidak dapat dibenarkan. Kami mendesak Pemerintah Malaysia untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengambil langkah tegas terhadap petugas yang bertanggung jawab jika terbukti melakukan kekerasan berlebihan atau excessive use of force,” tambah Christina.

Kementerian juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan atase polisi di Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur untuk mendorong akses kekonsuleran dan memastikan para korban mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Selain itu, P2MI sedang menelusuri asal daerah para korban untuk memberikan pendampingan, termasuk bantuan hukum dan pemulangan jenazah korban meninggal dunia.

“Kami akan mendorong adanya pertemuan bilateral dengan Pemerintah Malaysia untuk membahas langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang. Penanganan terhadap migran, termasuk yang tidak prosedural, harus dilakukan secara manusiawi dan sesuai standar hak asasi manusia,” tegasnya.

Kementerian P2MI menegaskan bahwa negara akan selalu hadir untuk melindungi, memperhatikan, dan menjamin pemenuhan hak-hak dasar PMI.

“Kami berkomitmen untuk memastikan keadilan bagi para pekerja migran dan terus mengutamakan perlindungan mereka di luar negeri,” tutup Christina. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru