Pemerintah RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Haji 2025 : Kuota Haji 221.000, Layanan Jemaah Ditingkatkan

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si

Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi resmi menandatangani kesepakatan terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Salah satu poin penting dari kesepakatan ini adalah penetapan kuota haji Indonesia yang tetap sebanyak 221.000 jemaah.

“Kami sangat bersyukur atas tercapainya kesepakatan ini. Pemerintah akan memastikan seluruh proses berjalan lancar sehingga jemaah haji asal Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan khusyuk,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, pada Kamis (16/1/2025).

Penandatanganan perjanjian ini dilakukan di Jeddah, Arab Saudi, oleh Menteri Agama Indonesia, Nazaruddin Umar, dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk memulai tahapan persiapan layanan haji bagi jemaah Indonesia.

Marwan menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup sejumlah poin, termasuk jumlah kuota haji, bandara kedatangan dan kepulangan jemaah, serta layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi. “Komisi VIII akan terus memantau pelaksanaan kesepakatan ini agar sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Sebanyak 221.000 jemaah Indonesia akan diberangkatkan secara bertahap ke tanah suci. “Jemaah akan tiba melalui dua bandara utama, yaitu Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Azis di Madinah dan Bandara King Abdul Azis di Jeddah,” jelas Marwan. Dari total kuota, 2.210 di antaranya dialokasikan untuk petugas haji.

Marwan juga menyebutkan bahwa Menteri Agama terus melobi Pemerintah Arab Saudi untuk mempertimbangkan kelonggaran batas usia bagi jemaah asal Indonesia, mengingat panjangnya daftar tunggu. “Ada daerah di Sulawesi yang antreannya hingga 50 tahun. Ini membuat banyak calon jemaah uzur saat akhirnya berangkat,” ungkapnya.

Selain itu, Indonesia mengusulkan skema tanazul, yaitu opsi bagi jemaah untuk kembali ke hotel tanpa mabit (bermalam) di Mina, guna mengatasi keterbatasan kapasitas di tenda Mina. “Usulan ini disambut positif oleh pihak Arab Saudi. Namun, implementasinya perlu diuji melalui simulasi terlebih dahulu,” tutup Marwan. (Rahmat Kurnia Lubis)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru