Mentan Amran Tegaskan Antikorupsi dengan Simbol Sajadah dan Tikus

- Penulis

Jumat, 13 Desember 2024 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beras dan Tikus (ilustrasi)

Beras dan Tikus (ilustrasi)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). ⁷

Dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2024, Mentan Amran membagikan sajadah dan replika tikus kepada sejumlah staf sebagai simbol pengingat pentingnya integritas.

“Ketika bersujud di sajadah ini, ingatlah keluarga di rumah. Korupsi tidak hanya menghancurkan diri Anda, tetapi juga masa depan anak dan pasangan,” ujar Amran dalam acara yang digelar di Lapangan Kantor Pusat Kementan, Jumat (13/12/2024).

Pembagian sajadah ditujukan untuk mendorong pegawai agar senantiasa menjunjung nilai moral dan agama dalam menjalankan tugas. Sementara itu, replika tikus diberikan sebagai simbol peringatan keras bahwa korupsi dapat mengisolasi pelakunya dari keluarga dan masyarakat. “Kalau masih ada yang korupsi, nasibnya akan seperti tikus dalam sangkar — terjebak dan terasingkan,” tambah Amran.

Simbol-simbol ini diberikan secara khusus kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang memiliki tanggung jawab besar dalam proses pengadaan. Menurut Amran, melindungi pegawai dari praktik korupsi akan menjaga kehormatan Kementan dan membantu mencapai target swasembada pangan yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran didampingi Inspektur Jenderal Kementan, Komjen Setyo Budiyanto, juga meluncurkan aplikasi Puspita Tani. Aplikasi ini berbasis WhatsApp dan dirancang untuk mempermudah penyampaian pengaduan dan informasi pertanian.

Komjen Setyo menegaskan pihaknya akan terus mengawal budaya antikorupsi di Kementan. “Kami berkomitmen meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang antikorupsi di seluruh jajaran Kementan. Integritas adalah kunci keberhasilan kita bersama,” ujarnya.

Dengan tema “Pegawai Kementerian Pertanian Siap Menegakkan Budaya Antikorupsi untuk Mewujudkan Swasembada Pangan”, peringatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat antikorupsi di lingkungan Kementan.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru

Transportasi

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB