SURABAYA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menutup pendidikan 433 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam sebuah upacara di Gedung Maspardi, Bumimoro, Surabaya, Kamis, (10/7/2025).
Mereka terdiri dari 192 Taruna Angkatan ke-70 dan 241 Taruna Angkatan ke-71. Acara ini juga menandai Wisuda Sarjana Angkatan ke-70 Tahun Akademik 2024/2025.
Dalam pidatonya, Laksamana Ali menegaskan bahwa AAL bukan sekadar lembaga pendidikan militer, melainkan kawah candradimuka calon pemimpin TNI dan bangsa. “Pendidikan di AAL tidak hanya mencetak perwira jalasena, tapi juga calon pemimpin nasional yang tangguh,” ujar Ali.
AAL menganut sistem pendidikan tiga serangkai: pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Menurut Ali, pendekatan ini dirancang untuk membentuk karakter, mental kejuangan, dan intelektualitas para Taruna di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Ali juga menyinggung kemampuan teknologis para Taruna yang kian berkembang. Ia menyebut mereka telah menghasilkan karya seperti drone untuk peperangan jarak dekat dan menguasai pengetahuan seputar dunia siber. “Mereka dibekali pelajaran teknologi peperangan masa depan dan pengembangan Alutsista modern,” katanya.
Dalam acara tersebut, penghargaan Adhi Makayasa—anugerah tertinggi bagi Taruna berprestasi—diberikan kepada Sermatar (P) Menanda Putra Duta dari Angkatan ke-70 dan Sermatar (T) Aryya Handaru dari Angkatan ke-71. Sementara penghargaan Adhi Pratama Karya jatuh kepada Sermatar (P) Muhammad Miftahul Abrar Aldriyashan Mappanganro.
Turut hadir mendampingi Kasal, Ketua Umum Jalasenastri sekaligus Ibu Taruna AAL Ny. Fera Muhammad Ali, Gubernur AAL Laksda TNI Dato Rusman beserta Ibu Asuh Taruna AAL Ny. Fara Dato Rusman, serta jajaran pejabat utama Mabesal dan perwira tinggi TNI AL dari Jakarta dan Surabaya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













