Viral Bendera One Piece Jelang HUT RI ke-80, Irman Gusman: Ekspresi Sosial, Bukan Ancaman Nasionalisme

- Penulis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irman Gusman. (dok. pribadi)

Irman Gusman. (dok. pribadi)

JAKARTA – Viralnya fenomena pengibaran bendera Jolly Roger One Piece menjelang perayaan HUT RI ke-80 menyita perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah yang merasa gusar dan menilai hal itu sebagai langkah provokatif dan melunturkan nasionalisme.

Namun, Senator Sumatera Barat Irman Gusman menilai bahwa pengibaran bendera tersebut sebagai salah satu bentuk ekspresi masyarakat.

“Mungkin lebih kepada bentuk ekspresi keresahan sebagian masyarakat, khususnya generasi muda terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dirasa kurang adil atau tidak berpihan kepada kepentingan publik,” ujar Irman saat dimintai keterangannya oleh awak media, Rabu  (5/8/2025)

Anggota Komite 1 DPD RI itu menilai, pemerintah tidak perlu bertindak terlalu berlebihan ataupun memberikan pernyataan yang bernada mengancam. Alangkah eloknya jika pemerintah menyikapi fenomena ini dengan mengambil langkah konkret dan terukur dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dasar yang dihadapi masyarakat.

“Stimulus fiskal yang langsung menyentuh masuarakat dan usaha kecil, insentif bagi industri manufaktur, membuka langan kerja seluas-luasnya, serta kepastian regulasi dan arah kebijakan,” tambahnya.

Mantan ketua DPD dua periode itu lantas menyebutkan, pemerintah mestinya fokus di bidang ekonomi yang kini tengah dihadapkan pada realitas yang tidak baik-baik saja. Susahnya lapangan kerja, PHK yang kian mengancam, ketimpangan yang kian tajam, konsumsi rumah tangga mulai kehilangan tenaga akibat menurunnya kepercayaan masa depan penghasilan adalah realitas ekonomi yang tak bisa disangkal.

Sementara menanggapi kekhawatiran sebagian kalangan dan pro kontra tentang pengibaran bendera One Piece dapat melanggar UU lambang negara, Irman Gusman menjelaskan bahwa hal ini tidak serta merta bisa langsung dikaitkan dengan tindakan melanggar hukum.

“Bendera One Piece hanyalah simbol fiksi yang kini menjelma menjadi bentuk ekspresi sosial yang sedang tren di kalangan masyarakat. Ini bukan bendera makar, melainkan simbol perjuangan dan solidaritas yang tercermin dalam budaya pop yang digemari generasi muda saat ini,” tambahnya.

Meskipun demikian, Irman juga mengakui bahwa ada potensi pelanggan jika hal itu benar benar dilakukan karena niat untuk merendahkan simbol negara. “Lain halnya jika seseorang atau kelompok tertentu menyerukan untuk tidak mengibarkan bendera Merah Putih, lalu memasang bendera bajak laut One Piece, itu perlu dibina secara khusus,” tambah Ketua Dewan Pengawas IKM.

Irman Gusman menyarankan agar pemerintah melakukan pendekatan yang bijak dan dialogis. Dengan begitu, fenomena pengibaran bendera One Piece dapat disikapi tanpa menimbulkan ketegangan dan konflik yang tidak perlu.

“Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghormati simbol-simbol yang digunakan dalam konteks yang tepat adalah salah satu upaya yang harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jolly Roger adalah bendera milik kru Topi Jerami, kelompok bajak laut pimpinan Monkey D. Luffy di anime One Piece.

Dalam cerita itu, mereka bukan bajak laut jahat sebagaimana stigma sebagian masyarakat, tapi justru representasi atau simbol gerakan masyarakat lemah untuk melawan pemerintah yang menindas.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru