Usai Berpantun, Butet Kartaredjasa Dipolisikan Relawan Projo DIY, Dituduh Menghina Jokowi

- Penulis

Rabu, 31 Januari 2024 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Sebuah kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) di Daerah Istimewa Yogyakarta melaporkan seniman Butet Kartaredjasa ke Polda DIY pada Selasa (30/1/2024).

Laporan tersebut disampaikan setelah Butet mengisi acara kampanye akbar Ganjar Pranowo di Alun-Alun Wates, Kulon Progo pada hari Ahad (30/1/2024) yang lalu dengan membawakan pantun.

Relawan Projo menduga bahwa pantun yang dibawakan oleh Butet mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden RI, Joko Widodo.

Aris Widiharto, perwakilan dari relawan Projo DIY, mengemukakan bahwa Butet diduga berusaha menghina Jokowi lewat pantun yang dibawakannya.

“Hari ini kami melaporkan dugaan hate speech atau ujaran kebencian yang dilakukan Butet Kartaredjasa pada saat acara tanggal 28 Januari kemarin di Alun-Alun Wates, Kulon Progo,” kata Aris.

Aris menyebut, salah satu pasal yang disangkakan pihaknya terhadap Butet adalah Pasal 310 KUHP tentang ujaran kebencian. Aris menilai Butet menyuarakan kebencian karena diduga menganalogikan Jokowi dengan binatang.

“Bagian (ucapan Butet) yang mengatakan Pak Jokowi sebagai binatang itu,” kata Aris dikutip Rentak dari Tribun Jogja.

Saat tampil di acara kampanye akbar Ganjar Pranowo, Butet menyinggung pihak yang meurutnya kerap membuntuti pergerakan kampanye Ganjar. Butet kemudian mengatakan bahwa yang membuntuti (nginthil) biasanya adalah wedhus (kambing).

Butet sendiri mengaku menghormati upaya hukum yang ditempuh relawan Projo. Butet menyebut tindakannya sebatas mengekpresikan pemikiran.

“Saya seorang penulis, bisa berekspresi entah itu lewat cerpen, puisi, pantun atau bisa juga di seni pertunjukan karena saya seorang aktor. Saya juga pelukis, saya bisa mengekspresikan diri secara bebas di kanvas atau kertas. Itu bagian sewajarnya,” kata Butet.

Seniman itu pun membantah tuduhan bahwa ia diduga menghina Jokowi saat berbicara di kampanye Ganjar Pranowo.

“Kata-kata binatang yang mana? Wedhus? (Kambing?) Lha, nek nginthil (kalau sukanya ngikut) itu siapa? Kan saya hanya bertanya kepada khalayak. Yang ngintil siapa? Wedhus, berarti yang tukang nginthil kan wedhus. Tafsir saja, apa saya nyebut nama Jokowi? Saya bilang nginthil, kok,” jelasnya.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih mengonfirmasi bahwa relawan Projo melaporkan Butet. Sri mengaku pihaknya akan mempelajari laporan tersebut.

“Benar hari ini ada laporan tersebut, akan kami pelajari dan tindaklanjuti,” katanya dikutip, Rabu (31/1/2024).

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru