JAKARTA — Suara bisikan yang tak terlihat, bayangan yang bergerak di sudut pandang, serta misteri tragedi 25 tahun silam menjadi pintu masuk teror dalam film horor-religi “Syetan Munafik”. Film ini membawa penonton menyusuri dunia gelap bernama alam fantasi, sebuah dimensi terlarang yang hanya muncul bagi mereka yang melanggar batas tertentu.
Menggabungkan elemen tragedi, kegelapan, dan misteri dengan visual sinematik modern, “Syetan Munafik” menghadirkan ketegangan yang perlahan namun menghantui. Kisah bermula dari hilangnya sekelompok pelajar tanpa jejak, tanpa saksi, dan tanpa jawaban. Misteri itu berubah menjadi legenda kelam yang terus membayangi generasi berikutnya, hingga sekelompok pelajar baru nekat membuka rahasia masa lalu yang seharusnya tetap terkunci.
Di balik kisah mencekam tersebut, film ini menjadi simbol kolaborasi besar industri hiburan Indonesia dan Malaysia. Proyek ini merupakan hasil kerja sama UNC Internasional Indonesia dengan PT Edar Nuansa Cinema (ENC), yang bertujuan membangun ekosistem produksi lintas negara agar lebih profesional dan kompetitif di tingkat internasional.
Film produksi United Nine Creative Sdn. Bhd. ini melibatkan deretan aktor dan kreator ternama dari kedua negara, di antaranya almarhum Ashraf Sinclair, Zila Bakarin, Ruminah Sidek, Dato’ Jalaludin Hassan, Faizal Husin, Linda Hashim, Dea Lestari, hingga Tessa Mariska.
PT Edar Nuansa Cinema selaku distributor resmi mengawali rangkaian penayangan film “Syetan Munafik” dengan Gala Premiere pada 23 Desember 2025 di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Acara tersebut tidak hanya menandai peluncuran film, tetapi juga menjadi momen penghormatan bagi almarhum Ashraf Sinclair.
“Film ini memiliki tempat yang sangat spesial bagi kami. Selain menyuguhkan ketegangan horor yang berkualitas, momen ini kami dedikasikan untuk mengenang sahabat kami, almarhum Ashraf Sinclair,” ujar Toto Soegriwo, Komisaris PT Edar Nuansa Cinema.
“Kami ingin masyarakat kembali menikmati kepiawaian aktingnya di layar lebar,” tambahnya.
Setelah gala premiere, ENC menyiapkan rangkaian special screening di sejumlah kota, yakni Bandung (26 Desember), Sumedang (27 Desember), Tangerang Selatan (28 Desember), dan Bogor (29 Desember 2025), sebelum film ini diputar secara reguler di berbagai jaringan bioskop.
Direktur PT Edar Nuansa Cinema sekaligus Ketua Umum TRANGI9 Indonesia, Teddy Prangi, menegaskan komitmen pemerataan distribusi film nasional.
“Kami ingin memastikan film ini dapat diakses oleh masyarakat luas. Selain penayangan khusus di jaringan Cinema XXI, film ‘Syetan Munafik’ juga akan diputar di bioskop-bioskop daerah, termasuk bioskop mini dan independen,” kata Teddy.
“Ini adalah komitmen kami untuk meratakan distribusi tontonan berkualitas,” lanjutnya.
Menurut Teddy, film ini tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga pesan moral yang kuat. “Kehadiran ‘Syetan Munafik’ di akhir 2025 diharapkan menjadi tontonan pilihan keluarga sekaligus pengobat rindu bagi para penggemar almarhum Ashraf Sinclair,” ujarnya.
Produser Dato’ Mohd Rusdi bin Shair menyebut “Syetan Munafik” sebagai wujud jembatan kreatif antara dua industri besar Asia Tenggara.
“Kami ingin menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki identitas tersendiri. Film ini adalah bukti komitmen kami untuk melahirkan karya berkelas internasional,” tuturnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia Gala Premiere “Syetan Munafik” juga menggelar penggalangan dana bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menegaskan bahwa film ini hadir tidak hanya membawa hiburan, tetapi juga pesan kemanusiaan.
Penulis : lazir
Editor : ameri






